KabarBaik.co, Nganjuk – Operasional sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nganjuk terpaksa mandek total. Penghentian aktivitas ini dipicu oleh belum adanya transfer anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) ke rekening masing-masing satuan pelayanan.
“Kalau di Kabupaten Nganjuk posisi sekarang ini sekitar ada 7 dapur yang melaporkan tidak operasional karena virtual accountnya belum tertransfer,” ujar Koordinator Satuan Tugas (Satgas) MBG Pemkab Nganjuk, Judy Ernanto, saat ditemui di kantornya, Kamis (11/6).
Judy mengungkapkan bahwa kemacetan dana dari pusat ini berdampak langsung pada pemenuhan gizi masyarakat di wilayah terkait. Berdasarkan laporan yang masuk, setidaknya ada 7 titik SPPG di berbagai kecamatan yang kini harus meliburkan aktivitas memasaknya.
“Sebenarnya sudah pernah kejadian,” kata Judy merespons pertanyaan mengenai kaitan keterlambatan dengan pergantian pimpinan BGN baru-baru ini.
Menurutnya, keterlambatan transfer dari BGN ke SPPG di daerah merupakan hal yang wajar terjadi dalam dinamika birokrasi, terutama saat masa transisi atau adanya kendala teknis pada program-program skala nasional yang sedang berjalan.
“Jadi 122 itu yang kemarin existing. Nah, sekarang dengan adanya 7 yang libur itu ya berkurang, jadi 115-an” imbuh Judy merinci jumlah SPPG aktif di Nganjuk saat ini.
Meski terjadi pengurangan operasional akibat kendala anggaran, Judy mengaku pihak Pemkab belum menerima laporan mengenai adanya penambahan titik pelayanan baru di wilayah Nganjuk. Penentuan operasional maupun pembukaan dapur baru sepenuhnya berada di bawah kendali pusat.
“Kalau informasi dapur baru ini kami belum dapat update dari teman-teman. Yang jelas kalau kita menyikapi dapur baru saya tidak bisa komen banyak karena mau operasional atau tidak kan tergantung dari BGN,” pungkasnya.








