KabarBaik.co, Sidoarjo – Di tengah peringatan 20 tahun semburan lumpur Lapindo, warga di sekitar tanggul kini kembali dihantui rasa cemas. Bukan hanya karena tingginya lumpur yang terus mengendap di balik tanggul, namun juga setelah Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) disebut melakukan efisiensi operasional hingga aktivitas pembuangan air ke Sungai Porong mulai jarang terlihat.
Selama ini, pembuangan air melalui jaringan pipa menuju Sungai Porong menjadi salah satu cara untuk mengendalikan debit air hujan yang masuk ke area tanggul agar tidak cepat penuh. Namun belakangan, pipa-pipa yang biasanya mengalirkan air kini tampak kering dan tidak lagi aktif seperti sebelumnya.
Salah satu warga Jabon, Suhar, 51, mengatakan dirinya biasa melihat air mengucur dari pipa pembuangan saat melintas menuju Pasar Baru Porong. Namun dalam beberapa waktu terakhir, kondisi itu sudah jarang ditemui.
“Biasanya saya melihat air dari pipa tersebut saat berangkat maupun pulang dari Pasar Baru Porong. Namun sekarang saya sudah tidak melihat lagi, jarang membuang air setahu saya,” ujarnya, Jumat (28/5).
Berkurangnya aktivitas pembuangan air itu membuat warga semakin khawatir. Mereka takut debit lumpur yang bercampur air hujan di balik tanggul akan semakin cepat penuh dan berdampak pada meningkatnya ketinggian tanggul.
Menurut Suharliah, anaknya sempat melihat kondisi lumpur di balik tanggul yang disebut hampir sejajar dengan permukaan tanggul penahan.
“Kata anak saya kapan hari melihat lumpur yang ada di balik tanggul itu hampir sejajar dengan tanggul,” katanya.
Kecemasan warga bukan tanpa alasan. Selama 20 tahun semburan lumpur Lapindo berlangsung, masyarakat yang tinggal di sekitar tanggul masih hidup berdampingan dengan ancaman lumpur dan perubahan kondisi lingkungan setiap waktu.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak PPLS disebut melakukan efisiensi dengan alasan penghematan anggaran serta mempertimbangkan aspek pelestarian lingkungan. Kebijakan tersebut kini menjadi sorotan warga yang berharap pengendalian lumpur tetap dilakukan secara maksimal demi keamanan kawasan sekitar tanggul.(*)






