Final AVC Men’s Cup 2026: Indonesia Wajib Matikan Hojin, Jangan Lupa Hanyong dan Jaeyoung

oleh -373 Dilihat
HOJIN SHIN
Shin Hojin (Nomor 30), penyerang andalan Timnas Voli Putra Korea Selatan (AVC)

KabarBaik.co, India- Timnas voli putra Indonesia akan menghadapi ujian terakhir dan terbesar. Menjalani laga final AVC Men’s Cup 2026, menantang Korea Selatan, yang digelar di Veer Savarkar Sports Complex, Ahmedabad, India, Minggu (28/6) malam ini WIB. Indonesia melangkah ke final setelah menumbangkan tuan rumah India 3-2 di semifinal, sementara Korea Selatan menyingkirkan Bahrain dengan skor meyakinkan 3-1.

Laga ini menjadi kesempatan emas bagi skuad Merah Putih untuk menciptakan sejarah baru lagi. Namun, untuk dapat mewujudkannya, Farhan Halim dan kawan-kawan harus menemukan cara menghentikan trio penyerang Korea Selatan yang sepanjang turnamen tampil cukup produktif. Yakni, Shin Hojin,  Jeong Hanyong, dan Lim Jaeyoung.

Korea Selatan datang ke final dengan modal yang tidak main-main. Bahkan, mereka sudah pernah mengalahkan timnas Indonesia dengan skor mutlak 3-0 pada fase grup dengan skor 25-22, 25-22, dan 25-21. Maka, malam ini waktunya membalas.

Hojin, Mesin Poin Korea Selatan

Ancaman terbesar tentu datang dari opposite spiker Shin Hojin. Pemain berusia 25 tahun itu menjadi top skor Korea Selatan dengan koleksi 101 poin sepanjang turnamen. Sebanyak 89 poin di antaranya lahir dari serangan, ditambah 5 block point dan 7 ace servis. Dengan rata-rata 20,2 poin per pertandingan, Hojin merupakan ujung tombak utama skuad Negeri Ginseng.

Artinya, Indonesia harus mampu mengurangi kualitas umpan yang diterima Hojin serta memperkuat blok ganda ketika bola diarahkan kepadanya. Jika Hojin dibiarkan nyaman, maka Korea Selatan akan sangat sulit dihentikan.

Hanyong, Penyerang Paling Efisien

Selain Hojin, anak asuh Rediel Toiran juga wajib mewaspadai Jeong Hanyong. Outside hitter berusia 24 tahun itu mencatat 79 poin, terdiri dari 67 attack point, 5 block point, dan 7 service point.

Yang membuat Hanyong berbahaya adalah efisiensi serangannya yang mencapai 50,38 persen, lebih tinggi dibanding Hojin. Sebagai outside hitter, ia tidak hanya piawai menyerang, melainkan juga mampu menjaga stabilitas permainan melalui receive dan pertahanan.

Keberadaan Hanyong membuat Korea Selatan tidak bergantung pada satu pemain saja saat menyerang.

Jaeyoung, Opsi Ketiga yang Tak Boleh Dibiarkan Lepas

Nama berikutnya adalah Jaeyoung Lim. Outside hitter senior berusia 28 tahun ini mungkin tidak seproduktif dua rekannya, tetapi tetap menjadi ancaman nyata.

Jaeyoung mengoleksi 64 poin, termasuk 59 poin serangan, dengan rata-rata 12,8 poin per pertandingan dan efisiensi serangan 44,36 persen.

Dalam banyak pertandingan, pemain seperti Jaeyoung sering menjadi pembeda ketika perhatian lawan terlalu fokus kepada bintang utama. Karena itu, Indonesia tidak boleh hanya berkonsentrasi menghentikan Hojin.

Menikmati Setiap Set dan Meraih Poin dengan Bahagia

Menghadapi Korea Selatan, Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis. Daya juang dan semangat bertanding, keberanian mengambil risiko, dan kemampuan menikmati tekanan pertandingan final juga menjadi salah satu faktor penting.

Skuad Merah Putih telah menunjukkan mental luar biasa saat bangkit mengalahkan tuan rumah India dalam laga lima set di semifinal. Modal itu harus dibawa ke partai puncak. Bagaimana bermain dengan terus fokus, berkomunikasi dan selebrasi-selebrasi yang memotivasi dan menggembirakan.

Menghadapi Korea Selatan terkadang tidak perlu terburu-buru. Sesekali membutuhkan rally-rally cukup panjang. Yang tidak kalah penting kecerdikan-kecerdikan, tidak asal pukul keras, melainkan tipuan-tipuan cerdas.

Jika Indonesia mampu menekan servis Korea Selatan, memperkuat pertahanan terhadap serangan Hojin yang bisa memukul dari arah mana saja, serta membatasi ruang gerak Hanyong dan Jaeyoung, maka rasanya peluang menciptakan kejutan akan terbuka lebar.

Dan, malam ini, timnas Indonesia tidak hanya bermain untuk sebuah gelar. Indonesia bermain untuk sebuah pahatan sejarah besar, walaupun jangan terlalu menjadi beban. Lolos final itupun sebuah sejarah. Dan, kalaupun sukses menumbangkan Korea Selatan dalam duel final AVC Men’s Cup 2026 adalah superbonusnya! .(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.