KabarBaik.co, Surabaya – Federasi Ice Skating Indonesia (FISI) Jawa Timur resmi memperkenalkan jajaran pengurus baru sekaligus memamerkan bakat puluhan atlet muda. Langkah ini menjadi strategi awal untuk membidik tiket Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Pekan Olahraga Nasional (PON), hingga memproyeksikan atlet ke ajang Olimpiade Musim Dingin.
Kegiatan yang berlangsung di OCA Ice Skating Arena, Surabaya, Sabtu (20/6) ini menampilkan penampilan nomor figure skating dan short track speed performance sebagai sinyal kebangkitan olahraga musim dingin di wilayah tropis.
Ketua Harian FISI Jawa Timur, Sondang Aprilia Siahaan, mengungkapkan bahwa pengembangan kepengurusan yang berjalan sejak Mei lalu ini fokus pada pembibitan atlet baru demi memperluas keterwakilan daerah.
“Tujuan utama kami hari ini adalah menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki bibit-bibit potensial yang ke depan diharapkan mampu menembus ajang Porprov hingga PON dua tahun mendatang,” ujar Sondang.
Rencana tersebut langsung mendapat dukungan penuh dari KONI Jatim. Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil, siap mengupayakan integrasi cabang olahraga ini di tingkat regional, minimal dalam bentuk ekshibisi untuk meramaikan Porprov dan merangsang minat atlet muda.
Strategi Cerdas: Rekrut Atlet Sepatu Roda
Saat ini, persebaran atlet masih berpusat di Surabaya karena keterbatasan fasilitas lapangan es. FISI Jatim saat ini membina 40 atlet figure skating dan 15 atlet short track speed yang menjangkau wilayah Sidoarjo, Gresik, Banyuwangi, dan Malang.
Untuk mengejar ketertinggalan dan menyiasati minimnya infrastruktur, FISI Jatim menerapkan strategi unik dengan merangkul komunitas olahraga sepatu roda. Kolaborasi lintas cabang ini dinilai efektif memangkas waktu pembentukan atlet.
“Kalau kita mencari anak baru atau bibit baru dari awal itu terlalu lama, makanya kami berkolaborasi dengan anak-anak sepatu roda yang memang sudah punya modal kecepatan,” jelas Sondang.
Metode ini terbukti ampuh. Dalam waktu hanya satu bulan, para atlet sepatu roda tersebut mampu beradaptasi dan menguasai medan es dengan performa yang impresif.
“Mereka sudah bisa menunjukkan performa luar biasa seperti tadi, padahal mereka juga tetap harus latihan fisik di klub sepatu roda masing-masing,” tambahnya.
Muhammad Nabil pun memuji efisiensi tersebut. “Ini performa pemula tapi tidak pemula, sudah sangat bagus dan bisa menjadi alat ukur yang tepat untuk melakukan identifikasi potensi atlet menuju PON 2028,” pujinya.
Siap Hadapi Pra-PON 2027, Target Olimpiade
Di tingkat regional, Jawa Timur harus bersaing ketat dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang agresif. Menghadapi Babak Kualifikasi Pra-PON pada April 2027, KONI Jatim telah menyusun strategi pemetaan kekuatan.
“Dari 11 nomor perlombaan, sektor short track menyediakan 9 nomor yang bisa kita maksimalkan lewat alumni sepatu roda,” ungkap Nabil. Ia juga berharap batas bawah usia atlet bisa diturunkan dari 14 tahun agar pembibitan bisa dilakukan lebih dini.
Sementara itu, Ketua Umum PP FISI, Suzan Herawati, melihat potensi besar dari Jawa Timur untuk menembus panggung dunia. Indonesia sendiri memiliki rekam jejak yang baik di Asia Tenggara, termasuk perolehan medali perak di SEA Games terakhir.
“Kita menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai potensi besar di disiplin short track, dan saya melihat potensi di Jawa Timur ini sangat besar untuk melahirkan skater yang bisa qualified hingga ke Winter Olympic,” tutup Suzan Herawati dengan optimis. (*)






