KabarBaik.co, Jember – Langkah nyata menuju modernisasi pengelolaan sampah di Kabupaten Jember terus dimatangkan. Guna memastikan program percepatan berjalan sesuai target, Bupati Jember Muhammad Fawait melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari pada Sabtu (27/6).
Sebagai informasi, Jember terpilih menjadi satu dari sekitar 20 kabupaten di Indonesia yang dipercaya pemerintah pusat untuk menerima investasi besar dalam pengembangan sistem pengolahan sampah berbasis teknologi mutakhir.
Sidak ini menjadi bagian dari persiapan realisasi proyek fasilitas pemrosesan sampah modern tersebut. Gus Fawait menekankan bahwa polemik sampah di Jember yang sudah menahun ini tidak akan selesai jika hanya fokus mencari kesalahan di masa lalu.
“Masalah sampah ini sudah lama terjadi. Saat ini bukan waktunya mencari siapa yang salah, melainkan bagaimana kita bergotong royong menghadirkan solusi konkret. Bersyukur, Jember dipercaya menerima investasi ini. Ini lompatan besar demi sistem penanganan sampah yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tutur Gus Fawait.
Proyek strategis yang diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp1,5 hingga Rp2 triliun ini akan mengusung konsep ramah lingkungan. Sampah-sampah yang menumpuk nantinya bakal disulap menjadi energi listrik serta produk bernilai ekonomis tinggi.
Selain mengatasi masalah lingkungan, kehadiran industri pengolahan sampah ini diproyeksikan mampu mendongkrak ekonomi lokal lewat penyerapan tenaga kerja baru. Bahkan ke depannya, Jember berpotensi menjadi pusat penyangga pemrosesan sampah bagi kabupaten-kabupaten tetangga jika kapasitas penampungannya melimpah.
Meski didukung teknologi canggih dan dana triliunan, Gus Fawait mengingatkan bahwa penentu utama keberhasilan program ini tetap berada di tangan masyarakat. Kesadaran untuk memilah sampah organik dan nonorganik sejak dari rumah, lingkungan kerja, sekolah, hingga fasilitas publik sangatlah krusial.
“Secanggih apa pun teknologi dan sebesar apa pun modal yang mengalir, semua akan sia-sia tanpa partisipasi publik. Langkah kecil seperti memilah sampah dari dapur sendiri akan sangat meringankan proses hilirisasi sampah ke depan,” tutupnya.(*)






