KabarBaik.co, Hanoi– Laju pertumbuhan ekonomi Vietnam tampaknya kian sulit dikejar di kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan data resmi terbaru yang dirilis oleh General Statistics Office, Produk Domestik Bruto (PDB) Vietnam melesat tumbuh sebesar 8,18 persen secara akumulatif pada paruh pertama tahun ini.
Angka fantastis tersebut agaknya masih membuat Indonesiia terengah-engah untuk mengejar ketertinggalan. Terlebih dalam perebutan dominasi manufaktur regional.
Lompatan ekonomi Negeri Naga Biru ini kian menegaskan posisinya sebagai “anak emas” baru para investor global. Melansir laporan dari media ekonomi lokal, performa agresif Vietnam ditopang oleh pertumbuhan sektor industri dan konstruksi yang meroket hingga 9,86 persen.
Kebijakan relokasi rantai pasok perusahaan teknologi multinasional seperti Samsung dan Apple, ditambah implementasi agresif sejumlah Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement), sukses mengubah negara ini menjadi episentrum baru manufaktur bernilai tinggi di Asia.
Ketangguhan ekonomi Vietnam juga tidak lepas dari stabilitas politik domestik. Langkah berani pemerintah dalam membersihkan birokrasi lewat kampanye antikorupsi skala besar terbukti ampuh memulihkan kepercayaan publik (public trust) dan menciptakan
iklim investasi yang transparan sekaligus dapat diprediksi. Dengan modal kepercayaan ini, kebijakan makro ekonomi dari pusat hingga ke daerah dapat dieksekusi tanpa hambatan birokrasi yang berarti.
Melihat momentum Kuartal II yang melesat hingga 8,39 persen—tertinggi sejak tahun 2011—Pemerintah Vietnam pun langsung memasang target ambisius. Melalui ketetapan terbaru, PM menginstruksikan jajarannya untuk membidik pertumbuhan dua digit hingga akhir tahun, dengan target 11,9 persen di paruh kedua. Jika target itu nanti tercapai, Vietnam dipastikan akan makin melaju meninggalkan negara-negara tetangga di kawasan ASEAN. (“)






