Tembus 5,28 Persen di Atas Nasional, Begini Cara Pemkab Situbondo Jaga Pertumbuhan Ekonomi

oleh -216 Dilihat
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo. (Foto: Ist)
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Jember – Di tengah tantangan pengetatan fiskal dan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo tak kehabisan akal. Di bawah komando Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo, kabupaten ini terus memutar otak untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi sekaligus menjinakkan laju inflasi.

Strategi tersebut dibeberkan langsung oleh bupati yang akrab disapa Mas Rio ini, usai menghadiri pengukuhan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jember, Jumat (26/6).

Menurut Mas Rio, kunci utama menghadapi keterbatasan anggaran saat ini adalah memperkuat sinergi lintas sektor.

“Kolaborasi adalah poin paling krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya di wilayah Sekar Kijang (Eks-Keresidenan Besuki dan sekitarnya),” ujar Mas Rio.

Langkah kolektif ini mulai membuahkan hasil manis. Pertumbuhan ekonomi di lima kabupaten penopang kawasan ini Jember, Situbondo, Lumajang, Bondowoso, dan Banyuwangi menunjukkan tren positif.

“Situbondo sendiri berhasil mencatatkan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,28 persen. Angka ini berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional,” tambahnya optimis.

Meski angka pertumbuhan melesat, Mas Rio menegaskan pihaknya tidak mau lengah. Evaluasi dan analisis berkala terus dilakukan untuk memetakan komoditas yang rentan memicu inflasi. Saat ini, fokus perhatian tertuju pada dua komoditas utama: cabai dan telur.

Untuk meredam dampaknya terhadap daya beli masyarakat, Pemkab Situbondo langsung mengucurkan intervensi kebijakan yang taktis melalui program Situbondo Mandiri Pangan. Uniknya, program ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara langsung.

“Untuk komoditas cabai, kita gerakkan kaum ibu. Pemerintah menyiapkan bibitnya, lalu mereka menanam mandiri di pekarangan. Sedangkan untuk telur, kita berdayakan anak-anak muda lewat literasi peternakan, lengkap dengan bantuan insentif kandang. Program ini sedang berjalan sekarang,” paparnya.

Melalui kemandirian pangan ini, diharapkan pasokan pasar tetap stabil sehingga inflasi dapat diredam.

“Sebab, jika inflasi terjaga, pertumbuhan ekonomi otomatis akan ikut terdongkrak,” imbuhnya.

Tantangan terbesar Pemkab Situbondo saat ini adalah memastikan daya beli masyarakat merata hingga ke pelosok, agar roda perekonomian terus berputar. Menutup keterangannya, Mas Rio menganalogikan strategi bertahan ini dengan istilah yang unik.

“Di kondisi sekarang, kita menerapkan prinsip The Power of Kepepet. Artinya, keterbatasan anggaran justru menuntut kita untuk melahirkan inovasi baru demi mendongkrak ekonomi, tanpa sedikit pun menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.