KabarBaik.co, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mewanti-wanti mahasiswa soal tantangan era polycrisis. Kuncinya bukan cuma jago teknologi, tapi punya integritas dan kemampuan membaca perubahan.
Pesan itu disampaikannya saat menjadi Keynote Speaker di Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) BEM Universitas Muhammadiyah Lamongan, Jumat (20/6) kemarin.
“Di era digital ini kompetensi membuat seseorang diperhitungkan, tapi karakter membuat seseorang dapat dipercaya,” kata Pak Yes, sapaannya, di hadapan ratusan mahasiswa peserta LKMM-TM.
Ia menyebut konsep itu sebagai Integrity-Based Anticipatory Leadership. Sederhananya, kemampuan membaca perubahan sebelum datang, berani ambil keputusan sebelum keadaan memaksa, dan tetap menjaga integritas saat punya kewenangan.
Di tengah dinamika global, Pak Yes memaparkan capaian Lamongan. Pertumbuhan ekonomi daerah ini tercatat 5,90 persen y-on-y. Pada triwulan I/2026, angkanya melonjak jadi 10,79 persen q-to-q. Sebagai pembanding, triwulan I/2025 hanya 5,80 persen.
Kenaikan itu, ujarnya, diimbangi kualitas SDM. Indeks Pembangunan Manusia Lamongan mencapai 76,80 pada 2025, dengan indeks daya saing 3,65.
“Masa depan bukan tentang AI tapi kemampuan menginterpretasi, juga karakter. Harus beradaptasi,” tegasnya.
Bupati dua periode itu menekankan, bicara Indonesia Emas 2045 artinya bicara kualitas SDM. Ada empat modal utama yang harus dikuasai generasi muda: ekonomi kapital, human kapital, sosial kapital, dan moral kapital.
“Kalau empat modal ini kuat, Lamongan siap menghadapi dinamika global apa pun,” ujarnya.
LKMM-TM sendiri jadi ajang BEM UMLA menempa calon pemimpin mahasiswa. Pak Yes berharap lahir pemimpin muda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berintegritas menghadapi era ketidakpastian global.(*)






