KabarBaik.co, Jakarta – Jutaan pasang mata volimania Tanah Air malam ini (26/6), sekitar pukul 19.30 WIB, dipastikan menatap laga krusial antara timnas putra Indonesia melawan Oman. Pertandingan ini merupakan palagan terakhir skuad Merah Putih. Apakah bakal lolos ke semifinal AVC Men’s Cup 2026 di Amdavad, India, ataukah kandas.
Jika menang, maka Farhan Halim dan kawan-kawan akan melaju ke babak empat besar dari Pool B. Baik sebagai juara grup atau runner up. Kepastiannya menunggu hasil laga yang juga sama-sama hidup-mati antara Korea Selatan vs Qatar yang berlangsung pada pukul 16.30 WIB. Sebaliknya, kalau tumbang dari Oman, maka mimpi semifinal dipastikan terkubur.
Secara ranking dunia versi FIVB, Indonesia masih cukup jauh di atas Oman. Terkini, skuad Merah Putih berada di 50 top dunia. Adapun Oman masih menempati urutan 78 dunia. Namun, posisi itu tentu tidak dapat dijadikan patokan mutlak. Terbukti, di laga pertama, Oman secara mengejutkan sukses menumbangkan Qatar yang ranking 22 dunia.
Pada laga melawan Korea Selatan, Kamis (25/6) kemarin, Oman juga memberikan perlawanan. Meski harus mengakui keunggulan Korea Selatan, skuad Oman menunjukkan performa yang mengejutkan lewat distribusi serangan yang tajam dan pertarungan sengit. Jika Indonesia dihajar Korea Selatan dengan skor 3-0, Oman melawan dengan skor 2-3.
Statistik pertandingan saat melawan Korea Selatan itu mengungkap bagaimana Oman sempat memberikan tekanan serius, terutama melalui dominasi serangan dari sektor sayap dan kontribusi luar biasa dari lini tengah.
Dalam laga yang berlangsung ketat tersebut, kapten sekaligus middle blocker Oman, Saud Rashid Salim sebagai motor utama serangan. Pemain senior berusia 38 tahun itu tampil sebagai pemain paling produktif. Menorehan 20 poin, terdiri atas 17 attack, 1 block, dan 2 service ace. Performa ini menjadikannya bukan hanya benteng di tengah, tetapi juga ujung tombak utama yang kerap memecah blok pertahanan lawan.
Dari sektor sayap, dua outside hitter Majid Abdallah Ali dan Fallah Salem sama-sama mencatat sebanyak 16 poin. Angka ini menunjukkan konsistensi serangan Oman melalui bola-bola tinggi. Menariknya, Fallah tampil lebih efisien dengan tingkat efektivitas tertinggi di antara para penyerang sayap, menandakan minimnya kesalahan saat menghadapi blok rapat lawan.
Sementara itu, outside hitter lainnya M. Alsaadi juga menyumbang 12 poin dengan kontribusi lebih variatif. Termasuk satu service ace. Namun, efisiensinya tercatat paling rendah di antara para outside hitter.
Di lini tengah, middle blocker Hamid Khamis Salim memberikan keseimbangan penting dengan 8 poin, separo di antaranya berasal dari blok sukses. Dia menjadi elemen kunci dalam meredam serangan cepat, meski tidak seproduktif Saud dalam fase serangan.
Secara keseluruhan, Oman mencatat pola permainan yang jelas. Yakni, engandalkan kekuatan sayap dan efektivitas middle blocker. Namun demikian, mereka masih terdapat kendala konsistensi serta efisiensi serangan di bawah tekanan lawan.
Data statistik tersebut mesti menjadi catatan skuad Merah Putih untuk dapat menundukan Oman pada laga malam nanti. Yang pastik, Farhan Halim dan kawan-kawan mesti terus fokus dan konsisten sepanjang pertandingan. Tampil lepas dan bergembira atau tidak merasa dalam tekanan seperti saat mengalahkan Qatar dan Thailand. Selebrasi spontan sebagai bagian rasa syukur dan pembangkit motivasi, juga tetap menjadi bagian penting.
Laga akan disiarkan langsung Moji TV dan plaform Vidio. Berikut link pertandingan: https://vid.id/qsrhdb (*)






