KabarBaik.co — Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pertamina Patra Niaga bersama Ombudsman Republik Indonesia melakukan inspeksi lapangan ke sejumlah titik distribusi LPG 3 kilogram di Kota Malang, Jawa Timur. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pasokan, kelancaran distribusi, serta kepatuhan lembaga penyalur dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
Inspeksi diawali dengan kunjungan ke beberapa pangkalan LPG 3 kilogram. Tim gabungan meninjau ketersediaan stok, ketepatan pencatatan distribusi, penerapan sistem digital, hingga kesesuaian harga jual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Pemeriksaan juga dilakukan pada rantai distribusi untuk memastikan LPG tersalurkan tepat sasaran dan sesuai regulasi.
Direktur SDM dan Penunjang Bisnis Pertamina Patra Niaga, Putut Andriyatno, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan energi, terutama saat konsumsi meningkat di periode akhir tahun.
“Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga keandalan pasokan energi nasional, termasuk LPG, terutama pada masa-masa ketika konsumsi meningkat seperti Natal dan Tahun Baru. Melalui sinergi dengan Ombudsman RI, kami memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan, transparan, dan tepat sasaran,” ujarnya, Jumat (14/11).
Saat ini konsumsi LPG di wilayah Malang Raya (Kota dan Kabupaten Malang) tercatat mencapai 12 ribu metrik ton (MT) atau sekitar 4 juta tabung per bulan. Pasokan tersebut didukung oleh 84 agen dan 3.097 pangkalan LPG 3 Kg, yang setiap hari memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menjelang pelaksanaan Satgas Nataru 2025/2026, Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan tambahan kuota LPG subsidi sebesar 488 MT, atau setara 162.000 tabung untuk wilayah Malang Raya.
Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, mengapresiasi langkah proaktif Pertamina Patra Niaga dalam memastikan pelayanan publik di sektor energi tetap terjaga pada momen-momen penting nasional.
“Ombudsman mendukung langkah Pertamina Patra Niaga dalam memastikan distribusi LPG subsidi berjalan tepat sasaran serta menjamin pelayanan publik di sektor energi tetap prima,” ujarnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan LPG subsidi dan membeli di pangkalan resmi dengan harga sesuai HET.
“LPG 3 Kg bersubsidi diperuntukkan bagi rumah tangga miskin, usaha mikro, petani, dan nelayan sasaran. Bagi masyarakat mampu, kami imbau menggunakan LPG non-subsidi (Bright Gas) yang tersedia di berbagai outlet resmi Pertamina,” tegasnya.
Pertamina Patra Niaga juga mengajak masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan indikasi kelangkaan, penyimpangan harga, atau kendala distribusi melalui Call Center Pertamina 135 atau aplikasi MyPertamina.
Melalui pengawasan intensif dan kesiapan operasional menjelang Nataru, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya menjaga pemerataan energi yang aman, terjangkau, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.






