Kasus Nakes Dibegal di Probolinggo Ternyata Hanyalah Sandiwara Saja

oleh -168 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 04 at 7.14.23 AM
Nugroho dan motor yang telah dijualnya namun diakui hilang karena dibegal (Ist)

KabarBaik.co, Probolinggo – Seorang tenaga kesehatan (nakes) di Probolinggo, Nugroho, mengaku bahwa dirinya telah dibegal di Jalan dr Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan Sidomukti pada Senin (1/6) malam. Ternyata pembegalan itu hanyalah cerita sandiwara Nugroho saja.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan mendalam, polisi memastikan bahwa pembegalan tersebut bukan merupakan tindak kriminal sebagaimana yang sebelumnya dilaporkan. Nugroho yang merupakan seorang perawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan telah melakukan laporan palsu.

Kapolsek Kraksaan Kompol Masykur menjelaskan dari hasil pemeriksaan dan observasi di lapangan ditemukan sejumlah kejanggalan dari laporan Nugroho saat itu.

Salah satu kejanggalan adalah luka yang dialami Nugroho tidak sesuai dengan kronologi pembegalan yang disampaikan. Dan Nugroho juga telah mengakui bahwa cerita pembegalan tersebut merupakan rekayasa yang dibuatnya sendiri.

Motor yang diakunya hilang karena dibegal adalah motor milik ayahnya.  Motor Honda BeAT itu ternyata telah dijualnya karena ia butuh uang.

“Yang bersangkutan mengakui secara sadar dan tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun bahwa kejadian tersebut direkayasa karena adanya permasalahan ekonomi dalam keluarga,” ujar Kompol, Kamis (4/6)

Dengan pengakuan tersebut, polisi menegaskan bahwa tidak pernah terjadi aksi pembegalan sebagaimana informasi yang sempat beredar luas di tengah masyarakat.

“Jadi peristiwa pembegalan itu tidak ada dan hanya rekayasa,” tegas Masykur.

Sebelumnya, kabar mengenai dugaan pembegalan terhadap tenaga kesehatan RSUD Waluyo Jati sempat menimbulkan keresahan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Banyak warga yang merasa cemas terhadap kondisi keamanan, khususnya di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Masykur mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, apalagi terkait kejadian yang saat ini meresahkan masyarakat.

Menurutnya, setiap informasi yang beredar perlu dipastikan terlebih dahulu kebenarannya agar tidak menimbulkan keresahan publik.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Informasi yang tidak benar dapat membuat masyarakat resah serta berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat,” tambahnya.

Polres Probolinggo mengajak seluruh masyarakat untuk selalu memberikan keterangan yang jujur kepada aparat penegak hukum dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Langkah tersebut penting untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan ketenangan bersama.

Sementara itu, atas perbuatannya, Nugroho telah meminta maaf kepada kepolisian dan masyarakat Probolinggo. Ia mengakui hasil penjualan motor digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.