KabarBaik.co – Ratusan pelajar di SMAN Kedungadem dan SDN Trumbasanom, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, mengalami keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG). Kejadian ini memicu kemarahan Kepala Desa Trumbasanom, Juminto, yang menegaskan siap membekingi para guru apabila ingin menolak atau mengembalikan MBG yang dinilai berisiko membahayakan pelajar.
“Untuk para pengusaha SPPG jangan hanya berpikir untung saja, keselamatan pelajar juga harus dipikirkan,” tegas Juminto, Kamis (2/10).
Juminto menuturkan, selama ini pemerintah desa tidak pernah dilibatkan dalam program MBG di wilayahnya. “Koordinasi saja tidak pernah, Mas,” ujarnya.
Pascakeracunan massal yang menimpa warganya, Juminto langsung menginstruksikan para guru di tingkat taman kanak-kanak maupun pos PAUD agar lebih selektif dalam menerima dan membagikan menu makanan MBG kepada siswanya.
“Saya minta untuk dikembalikan atau ditolak jika makanan dinilai membahayakan siswa. Saya siap membekingi para guru jika terjadi apa-apa, karena mereka adalah warga saya,” tegasnya.
Terkait dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendistribusikan MBG di wilayahnya, Juminto mengaku belum mengetahui secara pasti siapa pemiliknya. “Yang saya tahu, SPPG itu ada di Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro,” pungkasnya. (*)







