KabarBaik.co – Pemasangan stiker bertuliskan “keluarga miskin” di rumah penerima bantuan sosial oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menuai perhatian dari berbagai kalangan.
Sekretaris Cabang Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Bojonegoro yang Nafidatul Himah menyampaikan kekhawatiran atas potensi munculnya perundungan (bullying), khususnya terhadap anak-anak penerima manfaat.
Nafidatul Himah menilai, penandaan yang bersifat langsung pada rumah warga berisiko menimbulkan stigma sosial dan tekanan psikologis. “Kami khawatir anak-anak menjadi sasaran bullying di lingkungan sekolah maupun tempat tinggalnya. Mereka bisa merasa malu, tertekan, bahkan menurunkan rasa percaya diri,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat menyiapkan mekanisme pengaduan yang mudah diakses masyarakat. “Kami mendorong Pemkab Bojonegoro membuka call center khusus untuk menampung keluhan warga terdampak. Dengan begitu, warga tidak harus menyuarakan uneg-uneg di media sosial. Masyarakat saat ini sudah cerdas dan berani speak up, maka ruang aspirasi yang aman perlu disediakan,” kata Nafi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo, menyatakan bahwa pihaknya terbuka terhadap kritik maupun keluhan masyarakat. Menurutnya, jalur pengaduan saat ini sudah bisa dilakukan melalui kantor kecamatan.
“Silakan warga melapor ke kantor kecamatan. Di tiap kecamatan telah ada dua sampai tiga petugas yang siap melayani dan menindaklanjuti keluhan terkait pemasangan stiker maupun program bantuan sosial,” jelasnya.
Koalisi Perempuan Indonesia Bojonegoro akan terus melakukan pemantauan di lapangan serta mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan perundungan terhadap keluarga penerima bantuan. (*)







