Tak Hanya Andalkan Migas, Bojonegoro Bidik Jadi Pusat Wisata Medis

oleh -72 Dilihat
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono. (Foto: Ist)
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mulai menyiapkan langkah besar untuk menjadikan daerahnya sebagai pusat wisata medis (medical tourism). Strategi ini dipilih sebagai upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi nonmigas sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor kesehatan.

Gagasan tersebut disampaikan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono saat menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bojonegoro. Menurutnya, Bojonegoro memiliki tantangan dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis hiburan. Karena itu, pemerintah memilih membangun daya tarik baru melalui layanan kesehatan yang berkualitas sehingga masyarakat dari berbagai daerah untuk datang berobat.

“Kalau sulit mendatangkan orang sehat melalui wisata hiburan, maka kita harus mampu mendatangkan masyarakat karena layanan kesehatan yang terbaik,” ujar Setyo Wahono, Senin (13/7).

Ia menilai kualitas layanan medis jauh lebih menentukan dibanding faktor jarak maupun akses transportasi. Selama rumah sakit memiliki pelayanan yang unggul dan tenaga kesehatan yang profesional, masyarakat tidak akan ragu datang ke Bojonegoro untuk memperoleh pengobatan.

Untuk mewujudkan target tersebut, Pemkab mendorong setiap rumah sakit memiliki spesialisasi layanan agar saling melengkapi, bukan saling bersaing. Saat ini, RSUD Sosodoro diarahkan menjadi pusat layanan jantung dan Digital Subtraction Angiography (DSA), RSUD Padangan difokuskan pada pelayanan mata, sedangkan RSUD Sumberrejo dikembangkan sebagai pusat layanan kebidanan.

Kebijakan itu juga berlaku bagi rumah sakit swasta. Bupati meminta setiap rumah sakit swasta berani menentukan layanan unggulan sesuai kompetensinya. Menurutnya, pemerintah tidak ingin rumah sakit swasta tersisih, tetapi justru berkembang bersama rumah sakit milik pemerintah.

“Yang swasta harus tumbuh, tidak boleh dibunuh. Kita ingin mendorong rumah sakit swasta karena kontribusinya terhadap PAD juga jelas,” tegasnya.

Ia memastikan Pemkab akan memberikan dukungan agar seluruh rumah sakit di Bojonegoro dapat berkembang secara beriringan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Bupati optimistis pengembangan wisata medis akan membawa dampak ekonomi yang luas. Selain mengurangi ketergantungan daerah terhadap pendapatan sektor migas, strategi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan PAD, membuka peluang investasi di bidang kesehatan, hingga menggerakkan sektor pendukung seperti perhotelan, kuliner, dan jasa lainnya.

Untuk mendukung visi tersebut, Setyo Wahono mengaku telah menyiapkan rencana besar pengembangan infrastruktur kesehatan. Namun, ia menegaskan seluruh pembangunan harus mengacu pada master plan yang matang agar fasilitas kesehatan dapat berkembang secara terarah dan berkelanjutan.

“Mimpi saya terlalu besar untuk rumah sakit. Karena itu semuanya harus dirancang dengan baik, jangan dibangun secara serampangan,” katanya.

Bupati menambahkan, keberhasilan Bojonegoro menjadi destinasi medical tourism sangat bergantung pada kolaborasi pemerintah, rumah sakit, dan para dokter yang tergabung dalam IDI. Ia berharap para tenaga medis terus meningkatkan kompetensi, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta mendukung transformasi sistem kesehatan.

“Saya yakin dengan ide, kolaborasi, dan sinergi ini, mimpi kita bersama untuk menjadikan Bojonegoro sebagai pusat layanan kesehatan yang maju akan terwujud,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.