Hari Pertama Sekolah, Bupati Lamongan Tekankan MPLS Aman dan Bebas Bullying

oleh -77 Dilihat
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau hari pertama sekolah. (Foto: Ist)
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau hari pertama sekolah. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di hari pertama tahun ajaran baru, Senin (13/7). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman, nyaman, dan bebas dari perundungan (bullying) sesuai ketentuan dalam Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.

Kunjungan dilakukan di PAUD Bhakti Pertiwi, SDN 3 Balongwangi, Kecamatan Tikung, dan SMPN 1 Tikung.

Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 mengatur pelaksanaan MPLS selama paling lama lima hari. Regulasi tersebut menempatkan MPLS tidak hanya sebagai kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga sebagai sarana penumbuhan karakter serta pengembangan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

Dalam kesempatan itu, Yuhronur yang akrab disapa Pak Yes juga mengikuti pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS). Menurut dia, keterlibatan ayah dalam pendidikan anak menjadi perhatian penting di tengah masih tingginya fenomena fatherless.

“Kehadiran orang tua khususnya ayah menjadi penting, ayah menjadi sosok pengayom, anak merasa aman, dan ayah terlibat dalam masa tumbuh kembang anak. Untuk itu sekarang ada anjuran Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah, bahkan Mendagri memberi kelonggaran ASN untuk mengambil waktu dinas dalam masa pengantaran anak sekolah,” ucap Pak Yes.

Ia menyebut survei menunjukkan angka ketidakhadiran ayah dalam masa pendidikan anak mencapai 24,9 persen. Kondisi tersebut dinilai memprihatinkan mengingat peran orang tua akan tetap menjadi fondasi utama bagi perkembangan anak di tengah perubahan zaman.

“Semuanya berubah, yang tidak berubah hubungan anak dan orang tua, kasih sayang, kepercayaan anak ke orang tua, ini yg tidak akan bisa tergantikan dengan apapun. Untuk itu interaksi anak di masa awal ini sangat penting. Mari semua terus turut serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, jangan sampai terjadi bullying di sekolah, menjadikan anak-anak sekolah demgan bahagia, ayem, tentram,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Shodikin mengatakan MPLS dirancang Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai gerakan untuk membangun lingkungan belajar yang lebih baik sekaligus memperkuat keterhubungan antara sekolah dan orang tua.

Menurut dia, pelaksanaan MPLS juga bertujuan memastikan transisi antarsatuan pendidikan berjalan lebih baik, mulai dari PAUD hingga jenjang pendidikan berikutnya.

“MPLS ini gerakan yang diciptakkan Krmendikdasmen dengan tujuan antara keadaan di PAUD, TK, SD, SMP, SMA itu nyambung, agar nyambung antara wali murid dan sekolah, keunikan anak diceritakan ke sekolah, selain itu anak-anak ini subjek bukan objek jadi sekolah menyiapkan lingkungan pembelajaran yang bagus untuk menyambut potensi anak kita. Ini sesuai keinginan Pak Menteri, menciptakan budaya sekolah aman, nyaman, dan menyenangkan,” ungkapnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.