Korupsi Dana Desa, Mantan Pj Kades Muneng Kidul Diamankan Polres Probolinggo Kota

Editor: Gagah Saputra
oleh -178 Dilihat
Mantan Pj Kades Muneng Kidul saat diamankan Polres Probolinggo Kota

Polres Probolinggo Kota Ungkap Kasus Dugaan

Korupsi Dana Desa, Mantan Pj Kades Muneng Kidul Diamankan Polres Probolinggo Kota

KabarBaik.co – Satreskrim Polres Probolinggo Kota mengamankan seorang mantan Pj kepala desa atas kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) Periode tahun anggaran September tahun 2021 hingga April 2022.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa’bani melalui Plt Kasihumas Iptu Zainullah mengatakan bahwa mantan Pj Kepala Desa Muneng Kidul yang diamankan adalah S, 48 tahun, seorang warga Desa Muneng Kidul Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

“Yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Dana Desa (DD) sewaktu dirinya menjabat sebagai Pj Kepala Desa Muneng Kidul,” ujar Iptu Zainullah, Rabu (10/7).

Baca juga:  Sambang Sekolah, Polres Probolinggo Kota Ajak Kolaborasi Lindungi Anak

Kasihumas Polres Probolinggo Kota menjelaskan bahwa S dilantik menjadi Pj Kepala Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo terhitung sejak tanggal 10 September 2021 hingga tanggal 11 April 2022.

Selama ia menjabat sebagai Pj Kepala Desa, Pemerintah Desa Muneng Kidul menerima pencairan anggaran Dana Desa tahun 2021 tahap II dan tahap III dan tahun 2022 tahap I sejumlah Rp. 1.007.761.800 yang dipergunakan untuk kegiatan serta pekerjaan fisik dan non fisik Desa Muneng Kidul.

Baca juga:  Sambang Sekolah, Polres Probolinggo Kota Ajak Kolaborasi Lindungi Anak

“Dari seluruh dana desa yang sudah cair ini ada sebagian pekerjaan fisik yang tidak dikerjakan dan tidak dilaksanakan sesuai ketentuan sehingga ditemukan potensi kerugian Negara sebesar Rp. 212.501.831,40,“ kata Iptu Zainullah.

Kasihumas Polres Probolinggo Kota menjelaskan, ada proyek pembangunan drainase di salah satu dusun yang memang tidak selesai meski pencairan dana atas pengerjaan proyek tersebut sudah cair sepenuhnya.

Masih kata Iptu Zainullah, hasil pemeriksaan tersangka mengaku menggunakan uang dana desa ini karena kepepet.

“Alasan awalnya, tersangka menggunakan dana desa untuk pengobatan pribadi, namun setelah ditanyai dengan detail, ada juga dana desa yang digunakan untuk bersenang-senang,” terang Iptu Zainullah.

Baca juga:  Sambang Sekolah, Polres Probolinggo Kota Ajak Kolaborasi Lindungi Anak

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka S dijerat dengan Pasal 2 dan 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2021 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Ancaman hukuman minimal empat tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara,” pungkas Iptu Zainullah.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.