Lewat Film “Soto”, SMK Plus Al-Mujahidi Jember Sabet Juara di Ajang Moderasi Beragama UIN KHAS

oleh -356 Dilihat
IMG 20260624 WA0056
Penyerahan hadiah kepada pemenang. (Foto: Istimewa)

KabarBaik.co, Jember – Kreativitas Generasi Z dalam mengampanyekan toleransi mendapat ruang apresiasi. UIN KHAS Jember resmi mengumumkan para pemenang kompetisi film pendek dan karya tulis ilmiah bertema Moderasi Beragama yang digelar di Gedung Kuliah Terpadu, Rabu (24/6).

Perhelatan tahunan yang diinisiasi oleh Pusat Moderasi Beragama LP2M UIN KHAS Jember ini sukses menyedot perhatian dan partisipasi dari pelajar tingkat SMA/sederajat di seluruh Jawa Timur.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN KHAS Jember, Prof. Muhammad Khusna Amal, menjelaskan bahwa kompetisi ini sengaja dirancang sebagai wadah bagi anak muda untuk menyalurkan gagasan kreatif mereka.

“Kami ingin memberikan kesempatan bagi Generasi Z yang penuh dengan kreativitas, inovasi, dan idealisme tinggi untuk menuangkan ide-ide luar biasa mereka,” ungkap Prof. Amal.

Selain menjadi ruang kreatif, ajang ini merupakan langkah nyata UIN KHAS Jember dalam mendukung program prioritas Kementerian Agama untuk memperkuat pilar moderasi beragama di tengah masyarakat. Prof. Amal juga berharap lewat kegiatan ini, para pelajar tidak ragu untuk memilih UIN KHAS Jember sebagai tujuan utama melanjutkan studi tinggi mereka.

Pada kategori film pendek, karya bertajuk Soto besutan Muhammad Fajar Rizki dan Emeylia Widhiana Putri berhasil keluar sebagai juara pertama dengan raihan skor 227,8.

Delegasi asal SMK Plus Al-Mujahidi Gumukmas, Jember ini berhasil memikat hati dewan juri lewat jalan cerita yang menyentuh. Emeylia, yang bertindak sebagai sutradara, membeberkan bahwa film ini menyoroti potret egoisme beragama yang masih sering dijumpai.

“Cerita berfokus pada seorang tokoh muslim yang sangat kaku dan menolak bergaul dengan temannya yang beragama Kristen (minoritas),” katanya.

Melalui dinamika cerita, film ini membawa pesan kuat tentang pentingnya persahabatan tanpa sekat iman. “Kami ingin menyampaikan pesan bahwa bergaul itu tidak boleh tebang pilih. Kita harus merangkul semua perbedaan dan saling menghargai, bukan hanya terbatas pada sesama muslim saja,” tutur Emeylia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.