KabarBaik.co, India- Timnas voli putra Indonesia menghadapi ujian berikutnya saat harus berjumpa Qatar pada lanjutan Pool B AVC Men’s Cup 2026 di Amdavad, India, Senin (22/6) malam WIB. Di atas kertas, Qatar memang lebih diunggulkan. Namun hasil-hasil awal turnamen membuktikan bahwa tim berjuluk The Maroons itu bukan lawan yang mustahil ditaklukkan.
Saat ini, Qatar masih menjadi salah satu kekuatan utama voli Asia. Mereka menempati peringkat 22 dunia FIVB, jauh di atas Indonesia (#52). Akan tetapi, kejutan besar terjadi pada laga pembuka ketika Qatar secara mengejutkan tumbang 2-3 dari Oman yang berada jauh di bawah mereka dalam ranking dunia. Urutan ke-72 dunia.
Fakta tersebut menjadi sinyal bahwa tidak ada tim yang benar-benar tak terkalahkan di AVC Men’s Cup 2026. Karena itu, Indonesia memiliki peluang untuk menciptakan kejutan jika mampu tampil lebih lepas dan menikmati setiap set dalam pertandingan.
Kekalahan 0-3 dari Korea Selatan pada laga pembuka Minggu (21/6) malam, sebenarnya tidak sepenuhnya mencerminkan kualitas permainan skuad Merah Putih. Farhan Halim dkk mampu memberikan perlawanan sengit di hampir setiap set. Selisih angka yang tipis menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing dengan tim-tim elite Asia.
Masalah utama yang masih terlihat adalah aspek mental bertanding. Pada beberapa momen krusial, para pemain tampak bermain dalam tekanan dan terasa kurang menikmati permainan. Ekspresi tegang sering terlihat saat pertandingan berlangsung, bahkan ketika berhasil meraih poin penting.
Menghadapi Qatar malam ini, Indonesia dituntut tampil lebih berani, lebih rileks, dan jauh lebih gembira. Bahkan, rasanya perlu selebrasi-selebrasi seru yang spontan, komunikasi yang hidup, serta kepercayaan diri yang tinggi dapat menjadi faktor penting untuk mengangkat performa tim di lapangan.
Meski sempat kalah dari Oman, Qatar tetap menunjukkan kualitasnya sebagai kandidat kuat juara. Mereka langsung bangkit pada laga berikutnya dengan mengalahkan Thailand tiga set langsung. Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa Qatar tetap sangat berbahaya ketika para pemain intinya tampil maksimal.
Kekuatan terbesar Qatar masih bertumpu pada para pemain naturalisasi yang selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung tim nasional. Nama-nama seperti Renan Buiatti asal Brasil, Nikola Vasic dan Milos Stevanovic dari Serbia, serta Papemaguette Diop kelahiran Senegal menjadi figur sentral dalam permainan mereka.
Di sektor outside hitter, Qatar memiliki kedalaman skuad yang sangat baik. Nikola Vasic, Renan Buiatti, Youssef Ali, dan Ilija mampu menghadirkan variasi serangan dari berbagai sisi lapangan. Posisi ini menjadi salah satu senjata utama yang membuat Qatar sulit dibendung.
Pada posisi middle blocker, duet Belal Abunabot dan Papemaguette Diop juga menjadi kekuatan besar. Belal bahkan dikenal sebagai salah satu middle blocker terbaik Asia setelah tampil impresif pada kompetisi AVC tahun lalu.
Selain itu, keberadaan Milos Stevanovic sebagai setter utama membuat distribusi bola Qatar sangat stabil. Pengalamannya di level internasional menjadikan ritme permainan Qatar tetap terjaga dalam situasi apa pun.
Meski demikian, Qatar bukan tanpa kelemahan. Mereka masih sangat bergantung pada kontribusi para pemain naturalisasi. Ketika pemain-pemain kunci tersebut gagal tampil maksimal, kualitas permainan Qatar cenderung menurun.
Kedalaman skuad di posisi setter juga menjadi salah satu titik rawan. Kualitas pelapis Milos Stevanovic dinilai belum mampu menyamai peran sang playmaker utama. Selain itu, posisi opposite masih sangat bergantung kepada Mubarak Dahi karena opsi cadangan belum terbukti konsisten di level internasional.
Kekalahan dari Oman menjadi bukti bahwa Qatar bisa kehilangan stabilitas permainan ketika mendapat tekanan besar dari lawan. Celah inilah yang harus dimanfaatkan Indonesia.
Jika mampu bermain tanpa beban, menjaga fokus sepanjang pertandingan, dan tampil lebih ekspresif saat berada di lapangan, peluang Indonesia untuk membuat kejutan tetap terbuka. Apalagi, kemenangan menjadi kebutuhan mutlak apabila skuad asuhan Reidel Toiran ingin menjaga mimpi menembus empat besar AVC Men’s Cup 2026.
Malam ini, sekitar pukul 19.00 WIB, tantangan besar menanti. Namun, bagi Indonesia, laga melawan Qatar juga menjadi kesempatan emas untuk membuktikan bahwa Garuda mampu terbang tinggi, bersaing dengan kekuatan-kekuatan terbaik Asia. Tegakkan kepala, bisa! (*)






