KabarBaik.co, Surabaya – PT KAI Daop 8 Surabaya mencatat pertumbuhan positif pada layanan angkutan penumpang selama Mei 2026. Sepanjang bulan tersebut, jumlah pelanggan yang menggunakan kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya menembus angka 1 juta orang.
Berdasarkan data KAI Daop 8 Surabaya, total pelanggan yang menggunakan layanan kereta api mencapai 1.093.424 orang. Jumlah itu terdiri atas 546.828 pelanggan yang berangkat dan 546.596 pelanggan yang tiba di berbagai stasiun di wilayah operasional Daop 8 Surabaya.
Angka tersebut meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama pada Mei 2025 yang mencatat 950.741 pelanggan, dengan rincian 475.033 pelanggan berangkat dan 475.708 pelanggan tiba.
Deputy KAI Daop 8 Surabaya Rachmad Zaini Kurniawan mengatakan capaian tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi pilihan. Menurutnya, kereta api kini semakin diminati karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, serta mampu memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat.
“Pencapaian lebih dari satu juta pelanggan selama Mei 2026 menjadi indikator positif bahwa kereta api semakin dipercaya sebagai pilihan utama masyarakat untuk bepergian. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah memilih kereta api untuk berbagai keperluan, baik perjalanan bisnis, pendidikan, pekerjaan maupun wisata,” ujar Zaini, Sabtu (13/6).
Ia menjelaskan pertumbuhan jumlah pelanggan tidak lepas dari berbagai upaya peningkatan layanan yang terus dilakukan KAI. Berbagai inovasi dan digitalisasi layanan terus dikembangkan, mulai dari kemudahan pemesanan tiket hingga peningkatan fasilitas di stasiun dan selama perjalanan.
Selain menjadi moda transportasi massal yang efisien dan ramah lingkungan, kereta api juga dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas antarwilayah. Tingginya mobilitas masyarakat melalui kereta api selama Mei 2026 mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi, pendidikan, perdagangan hingga sektor pariwisata.
Di sisi lain, KAI juga mendukung program stimulus transportasi yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan. Salah satu program tersebut berupa diskon tarif sebesar 30 persen untuk kereta api ekonomi komersial yang berlaku untuk perjalanan pada 20 Juni hingga 5 Juli 2026.
Program itu diharapkan dapat mendorong mobilitas masyarakat selama masa liburan sekolah sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
Zaini menilai kebijakan diskon tarif tersebut menjadi peluang bagi masyarakat untuk bepergian dengan biaya yang lebih terjangkau. Selain itu, program tersebut juga diyakini dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
“Program diskon tarif yang diberikan pemerintah menjadi momentum yang sangat baik bagi masyarakat untuk bepergian dengan biaya yang lebih hemat. Kami optimistis kebijakan ini akan mendorong peningkatan mobilitas selama liburan sekolah serta memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, perdagangan, UMKM dan perekonomian daerah yang terhubung melalui jaringan layanan kereta api,” jelasnya.
KAI Daop 8 Surabaya memastikan akan terus meningkatkan kualitas layanan melalui pengembangan sarana dan prasarana serta peningkatan kapasitas operasional. Upaya tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus bertumbuh dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu perjalanan.
“Kami akan terus berinovasi dan menghadirkan layanan transportasi yang selamat, aman, nyaman, serta tepat waktu. KAI berkomitmen mendukung mobilitas masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui transportasi publik yang andal dan berkelanjutan,” kata Zaini.
KAI Daop 8 Surabaya juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan memanfaatkan layanan digital melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi penjualan tiket lainnya.
Dengan tren pertumbuhan pelanggan yang terus meningkat, KAI optimistis kereta api akan semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. (*)






