Naik Penyidikan, Polisi Periksa Balita 2,5 Tahun Saksi Kunci Perampokan Sadis di Dukun Gresik

Editor: Andika DP
oleh -433 Dilihat
Tim dari Unit PPA Satreskrim Polres Gresik dan Dinas KBPPPA Pemkab Gresik sebelum pemeriksaan saksi NZ di depan rumah korban. (Foto: Andika DP)

KabarBaik.co – Jajaran Satreskrim Polres Gresik terus melakukan pendalaman untuk menguak kasus dugaan perampokan sadis yang menewaskan Wardatun Toyibah, 28, di Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Sabtu (16/3) lalu.

Terbaru, pihak kepolisian sudah menaikkan status penyelidikan menjadi penyidikan. Artinya, hampir bisa dipastikan sebentar lagi akan ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Kendati demikian, polisi masih mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi.

Salah satunya dengan pemeriksaan intensif terhadap suami korban Mahfud, 42, dan sang anak yang masih berusia 2,5 tahun berinisial NZ. Senin (18/3), Polres Gresik bersama Dinas KBPPPA Pemkab Gresik telah meminta keterangan dari NZ di rumahnya.

Baca juga:  Innalillahi! Ini Identitas Lima Korban Tewas Kecelakaan Bus Peziarah Versus Truk di Gresik

Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik Ipda Komang Andhika Haditya Prabu menjelaskan, kasus dugaan perampokan sadis itu sudah naik ke penyidikan. Pihaknya membenarkan jika dalam pemeriksaan intensif terhadap anak dan suami korban.

“Hari ini (kemarin, red) ada agenda pemeriksaan anak korban dengan didampingi psikolog dari Dinas KBPPPA Gresik dan Unit PPA Polres Gresik,” ujar Ipda Komang Andhika Haditya Prabu kepada awak media.

Dalam pemeriksaan NZ, Komang menyatakan ada kendala yang dihadapi. Lantaran usia saksi anak korban yang masih 2,5 tahun. “Anak bisa bicara namun belum begitu lancar, kesulitannya di sana,” tambahnya.

Baca juga:  Dituntut 12 Tahun Penjara, Oknum Satpol PP Gresik Terancam Dipecat Gegara Narkoba

Sementara itu, Kepala Dinas KBPPPA Pemkab Gresik, dr Titik Ernawati mengatakan pihaknya mendampingi secara integratif holistik. Pihaknya memastikan bakal terus memfasilitasi dan melakukan pendampingan.

“Lalu kita dampingi psikologisnya melalui psikolog dan psikiater. Untuk psikologis kami sudah melakukan assesment awal terlihat ada ketakutan,” terangnya.

Dokter Titik menyampaikan, pemeriksaan anak-anak memang tidak mudah. Tak hanya saat penyelidikan dan penyidikan, pihaknya juga akan mendampingi saat persidangan.

“Jadi kami akan dampingi terus sampai anak ini bisa beradaptasi dan menyembuhkan dirinya sendiri dari trauma ini. Apabila nanti di persidangan juga harus dalam pendampingan kami,” ungkapnya.

Baca juga:  Kasus Penusukan dan Pembacokan, Polisi Ringkus 2 Anak Punk di Gresik

Seperti diberitakan, aksi dugaan perampokan sadis terjadi di Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Gresik, Sabtu (16/3). Pelaku membunuh satu korban Wardatun Toyibah dan menggasak uang tunai sekitar Rp 150 juta dan satu HP.

Korban pergi selama-lamanya setelah mengalami empat luka tusuk. Hasil autopsi RSUD Ibnu Sina, terdapat dua luka di leher bagian depan, satu luka di leher bagian belakang, dan satu luka tusuk di dada sampai tembus ke ulu hati.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.