KabarBaik.co, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memprioritaskan penyelesaian proyek Frontage Road (FR) Waru–Sidoarjo sebelum pembangunan flyover Gedangan dimulai.
Langkah ini dilakukan agar konektivitas jalan di jalur utama Surabaya–Sidoarjo sudah terbentuk lebih dulu sehingga mampu menopang kelancaran arus lalu lintas saat proyek flyover dikerjakan.
Bupati Sidoarjo Subandi, mengatakan saat ini hambatan terbesar pembangunan frontage road tinggal menyisakan penyelesaian pembebasan lahan makam yang terdampak proyek.
Persoalan tersebut kini memasuki tahap akhir setelah lokasi relokasi makam disiapkan dan proses administrasi tinggal menunggu rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Menurut Subandi, keterlambatan penyelesaian frontage road selama ini dipicu persoalan penetapan lokasi (penlok). Area makam yang terdampak proyek tidak masuk dalam penlok saat pembebasan lahan dilakukan sehingga nilai appraisal yang muncul lebih rendah dibanding lahan lain yang telah dibebaskan.
“Kendalanya pada anggaran tahun 2025. Ini kan ada masalah makam. Mestinya waktu pembebasan awal itu masuk penlok. Tujuannya agar nilai harga tanah sesuai dengan yang dibebaskan yang lainnya,” ujarnya, Rabu (3/6).
Akibat tidak masuk penlok, nilai ganti rugi yang ditawarkan kepada masyarakat dinilai terlalu rendah. Kondisi tersebut memicu penolakan sehingga proses pembebasan lahan tidak bisa segera dituntaskan.
“Karena kemarin tidak masuk penlok, harga appraisal-nya kecil, akhirnya orang kan menolak,” kata Subandi.
Kini, Pemkab Sidoarjo memastikan solusi atas persoalan tersebut sudah ditemukan. Lokasi relokasi makam telah tersedia di kawasan Waru Barat dan pemerintah tinggal menyelesaikan pembayaran setelah rekomendasi gubernur turun.
“Karena ini masih menunggu rekomendasi dari Gubernur, kita nunggu sebentar. Insyaallah ini kita realisasikan,” jelasnya.
Subandi menargetkan pembayaran pembebasan lahan dapat dilakukan pada Juni hingga Juli tahun ini. Setelah itu, pengerjaan frontage road akan kembali dipercepat agar segera tersambung penuh.
Pemkab menilai penyelesaian frontage road menjadi pekerjaan mendesak karena jalur tersebut akan menjadi penunjang utama mobilitas kendaraan sebelum proyek flyover Gedangan berjalan. Dengan frontage road yang telah tembus, rekayasa lalu lintas saat pembangunan flyover berlangsung diharapkan lebih mudah dilakukan.
Karena itu, pemerintah daerah memasang target ambisius agar seluruh ruas FR Waru–Sidoarjo dapat rampung pada 2026. Penyelesaian proyek tersebut juga diyakini akan mengurangi kepadatan kendaraan di jalur nasional Surabaya–Sidoarjo yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan utama.
“Harapan kita tahun 2026 ini Waru sampai Sidoarjo sudah clear, Tembus sampai Sidoarjo,” tegas Subandi.
Saat ditanya apakah frontage road nantinya benar-benar tersambung hingga wilayah Sidoarjo, Subandi menjawab dengan optimistis.(*)






