KabarBaik.co, Blitar – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menyesuaikan jumlah tenaga pendamping Program Karya Masyarakat (Karyamas) berdasarkan luas wilayah masing-masing kelurahan. Langkah tersebut dilakukan agar pendampingan terhadap kelompok masyarakat (Pokmas) lebih efektif saat pelaksanaan kegiatan fisik dimulai awal Agustus mendatang.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Kota Blitar, Fredy Hermawan mengatakan, setiap kelurahan tidak mendapatkan jumlah pendamping yang sama. Penentuannya disesuaikan dengan cakupan wilayah dan kebutuhan pendampingan di lapangan.
“Kelurahan yang wilayahnya besar ada yang didampingi tiga orang. Untuk kelurahan kategori sedang dua orang, sedangkan kelurahan yang kecil cukup satu pendamping,” ujarnya.
Fredy menjelaskan, seluruh tenaga pendamping telah berkoordinasi dengan Pokmas di 21 kelurahan. Saat ini mereka mendampingi proses penyusunan perencanaan, survei lokasi hingga penyusunan desain kegiatan sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Menurutnya, keberadaan pendamping menjadi bagian penting dalam mengawal pelaksanaan Karyamas sejak tahap awal hingga selesai. Selain memberikan pendampingan administrasi, mereka juga bertugas membantu menyelesaikan berbagai kendala yang muncul di lapangan.
“Kalau ada permasalahan di lapangan, tenaga pendamping kami harapkan menjadi fasilitator untuk membantu Pokmas mencari solusi. Tim kota juga terus memonitor perkembangan di setiap kelurahan,” katanya.
Saat ini, seluruh Pokmas di 21 kelurahan telah terbentuk dan memasuki tahap perencanaan. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, pekerjaan fisik Program Karyamas mulai dilaksanakan pada pekan pertama Agustus. (*)






