KabarBaik.co, Blitar – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar masih berpacu memenuhi kuota peserta didik Sekolah Rakyat (SR) yang hingga kini belum terpenuhi. Dari kapasitas 270 siswa, jumlah peserta yang telah menyatakan siap mengikuti pembelajaran baru sekitar 100 orang.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, mengatakan, pemerintah masih membuka kesempatan bagi calon peserta yang telah masuk dalam pendataan untuk segera memberikan konfirmasi kesediaan mengikuti program tersebut.
“Kami mengajak masyarakat yang sudah disurvei agar segera mengonfirmasi kesediaannya sebelum 31 Juli. Kami berharap seluruh kuota bisa terpenuhi sebelum pelaksanaan MPLS,” ujarnya, Senin (20/7).
Wali Kota juga menyampaikan, proses penjaringan calon peserta dilakukan secara bertahap. Awalnya, pemerintah mengidentifikasi sekitar 7.000 warga dari kelompok desil satu dan dua sebagai sasaran program. Dari jumlah tersebut, dilakukan penyaringan hingga tersisa sekitar 1.200 calon peserta yang terdiri atas siswa kelas 1 SD, kelas 1 SMP, kelas 1 SMA, serta anak putus sekolah.
Selanjutnya, proses verifikasi kembali dilakukan, sehingga sekitar 600 calon peserta masuk tahap pendataan lanjutan. Namun, hingga saat ini yang telah menyatakan bersedia mengikuti Sekolah Rakyat baru sekitar 100 siswa. Menurutnya, pemerintah masih terus melakukan pendekatan kepada keluarga calon peserta agar kuota yang tersedia dapat terisi seluruhnya.
“Masih ada waktu untuk konfirmasi. Kami berharap masyarakat yang sudah masuk pendataan memanfaatkan kesempatan ini,” kata pejabat yang akrab disapa Mas Ibin itu.
Ia menambahkan, apabila hingga batas waktu kuota 270 siswa belum terpenuhi, maka sisa daya tampung berpotensi diisi peserta dari daerah lain sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah pusat.
Pemkot Blitar menargetkan seluruh proses rekrutmen rampung sebelum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan dimulai pada 31 Juli 2026. Selain memastikan kuota terpenuhi, pemerintah juga tengah menyelesaikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung operasional Sekolah Rakyat. (*)






