Proyek Jalan Lenangguar–Lunyuk Ditarget Rampung Akhir Mei

oleh -138 Dilihat
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat meninjau pelaksanaan proyek jalan Ruas Lenangguar–Lunyuk.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat meninjau pelaksanaan proyek jalan Ruas Lenangguar–Lunyuk.

KabarBaik.co, Sumbawa – Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pembangunan infrastruktur jalan tidak boleh lagi hanya berfokus pada pengaspalan, tetapi harus mengutamakan mitigasi bencana dan perlindungan konektivitas ekonomi masyarakat.

Penegasan itu disampaikan saat meninjau progres penanganan ruas jalan Lenangguar–Lunyuk di Kabupaten Sumbawa, Sabtu (9/5).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Iqbal memeriksa langsung kondisi badan jalan, titik rawan longsor, drainase, hingga penguatan lereng yang masih dikerjakan di sejumlah lokasi.

Ruas Lenangguar–Lunyuk menjadi salah satu jalur strategis di selatan Sumbawa karena menjadi akses utama mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian antarwilayah.

Di lapangan, alat berat terlihat melakukan penataan badan jalan, pembersihan material longsor, pemasangan bronjong, serta pembangunan drainase di beberapa titik rawan pergeseran tanah.

Iqbal meminta seluruh pekerjaan dipercepat dan tidak melampaui target penyelesaian akhir Mei 2026.

“Tanggl 30 Mei ini harus bisa selesai semua. Jangan sampai lewat lagi. Kalau bisa akhir bulan ini sudah siap,” tegasnya.

Saat meninjau salah satu titik longsor, ia menyoroti kondisi lereng yang labil sebagai penyebab utama kerusakan jalan di kawasan tersebut.

“Kalau melihat struktur jalan di sini, persoalan utamanya ada pada lereng yang labil. Longsor menimbun badan jalan dan mengganggu akses masyarakat. Karena itu titik-titik rawan harus dipetakan dan ditangani lebih dulu,” ujarnya.

Menurutnya, banyak kerusakan jalan selama ini dipicu minimnya sistem drainase dan lemahnya antisipasi terhadap potensi longsor.

“Sekarang ini drainase wajib dalam desain jalan. Jangan hanya membangun badan jalannya saja, tetapi juga harus menghitung aliran air, kondisi lereng, dan risiko longsor di sekitarnya,” katanya.

Iqbal juga meminta pengawasan jalan tidak hanya berfokus pada permukaan aspal, tetapi turut memetakan potensi kerusakan di sisi kiri dan kanan jalan yang bisa membahayakan pengguna.

“Kalau kerusakan ditangani sejak awal, biayanya tidak besar. Tapi kalau dibiarkan sampai parah, anggarannya bisa ratusan juta bahkan miliaran rupiah,” ujarnya.

Selain aspek mitigasi, Gubernur menegaskan pentingnya ruas Lenangguar–Lunyuk bagi aktivitas ekonomi masyarakat, terutama saat distribusi hasil pertanian pada musim panen.
Ia bahkan meminta percepatan penanganan pada salah satu titik jalan yang dinilai membahayakan kendaraan pengangkut hasil panen.

“Ini berbahaya untuk pengendara, apalagi saat panen raya ketika truk pengangkut hasil pertanian melintas. Kalau bisa besok sudah mulai persiapannya dan minggu depan mulai dikerjakan,” tegasnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, jajaran teknis Dinas PUPR NTB memastikan percepatan pekerjaan terus dilakukan agar target penyelesaian akhir Mei 2026 dapat tercapai.

Pemerintah Provinsi NTB juga menegaskan komitmennya memperkuat sistem pemeliharaan jalan provinsi melalui dukungan anggaran dan pengadaan alat pemeliharaan secara bertahap.

Menurut Iqbal, anggaran pemerintah seharusnya lebih banyak diarahkan untuk membuka konektivitas baru dan memperkuat akses ekonomi masyarakat, bukan terus-menerus terserap untuk memperbaiki kerusakan jalan yang sebenarnya dapat dicegah lebih awal.

“Lebih baik anggaran kita dipakai membuka keterhubungan wilayah dan memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian,” katanya.

Ruas Lenangguar–Lunyuk merupakan bagian dari proyek long segment jalan provinsi di Kabupaten Sumbawa dengan panjang penanganan sekitar 61 kilometer. Proyek tersebut dibiayai melalui APBD Provinsi NTB senilai sekitar Rp 19 miliar dan ditargetkan rampung pada akhir Mei 2026.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.