Sambut Kepala BGN Baru, Pemkab Jember Optimistis Program Makan Bergizi Gratis Berjalan Profesional

oleh -142 Dilihat
Bupati Jember Muhammad Fawait saat mendampingi kunjungan Nanik S. Deyang di Jember, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
Bupati Jember Muhammad Fawait saat mendampingi kunjungan Nanik S. Deyang di Jember, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh dan menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Program ini dinilai tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi generasi muda, tetapi juga menjadi motor penggerak perekonomian daerah, khususnya di kawasan pedesaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Jember Muhammad Fawait sekaligus memberikan ucapan selamat atas dilantiknya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang beserta jajaran wakil kepala yang baru.

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu mengaku optimistis di bawah kepemimpinan Nanik, BGN akan bergerak cepat dan profesional.

“Rekam jejak dan integritas Ibu Nanik selama ini terbukti nyata, terutama dalam mengawal agar dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beroperasi sesuai dengan standar ketat yang ditetapkan BGN,” ungkap Gus Fawait.

Bagi Pemkab Jember, program MBG memiliki dimensi yang luas. Selain memastikan anak-anak sekolah dan ibu hamil/menyusui mendapatkan asupan gizi yang layak, program ini menjadi angin segar bagi sektor pertanian lokal.

“MBG bagi kami di daerah adalah program yang bisa mendorong ekonomi di daerah-daerah, khususnya di pedesaan. Program ini memastikan produk-produk dari petani diserap dengan harga yang layak,” ujarnya.

Sebagai salah satu daerah lumbung pangan, Jember mulai merasakan stabilitas harga komoditas pangan dan pertanian sejak program ini digaungkan. Salah satu contoh nyata terlihat di wilayah Jember Barat yang menjadi sentra jeruk.

“Jika dulu harga jeruk di tingkat petani sempat anjlok di kisaran Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per kilogram, kini harganya merangkak naik dan stabil di angka Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per kilogram,” jelas Gus Fawait.

Kenaikan dan stabilitas harga ini otomatis meningkatkan pendapatan petani, yang kemudian memberikan efek domino positif bagi kesejahteraan para buruh tani serta pelaku UMKM di sekitarnya.

Lebih lanjut, Bupati juga menyoroti bahwa program MBG merupakan wujud nyata dari visi Presiden Prabowo dalam menciptakan keadilan dan pemerataan pembangunan.

Selama ini, perputaran uang APBN dinilai masih didominasi di wilayah Jakarta yanh mencapai lebih dari 70 persen. Melalui program MBG, aliran dana pusat akan langsung menyentuh daerah secara merata.

“Potensi perputaran uang ini sangat besar. Jika nantinya di Kabupaten Jember terdapat sekitar 400 dapur SPPG, maka diperkirakan akan ada perputaran uang mencapai Rp 4,6 triliun di tingkat lokal. Hal ini tentu akan sangat menguntungkan bagi perekonomian daerah, petani, dan pelaku usaha mikro,” paparnya.

Gus Fawait menambahkan, bahwa pelaksanaan program besar ini tentu masih memerlukan penyempurnaan di berbagai sisi.

Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk ikut serta mengawasi, mendampingi, dan memastikan bahwa penerima manfaat program ini tepat sasaran, terutama bagi anak-anak yang selama ini kekurangan gizi atau yang sering berangkat sekolah tanpa sarapan agar mereka dapat belajar secara optimal.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.