Sambut Ramadan, Ketahui Ciri Puasa Sukses Kata Doktor Fahruddin Faiz (2)

oleh -139 Dilihat

KabarBaik.co- Puasa di bulan Ramadan juga memiliki hikmah. Manifestasi dari puasa itu apa? Berikut lanjutan tausiyah Dr Fahruddin Faiz, dosen filsafat dan studi Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Jogjakarta.

Dosen kelahiran itu menjelaskan, bukti fisik kesuksesan puasa yang pertama adalah akhlaknya bertambah mulia. Mereka yang menjalani puasa itu semakin berakhlak. ’’Nanti dilihat, habis puasa kok tambah sopan, tambah enak diajak ngobrol, semakin menyenangkan. Nah, itu berarti akhlaknya semakin baik,’’ ungkapnya.

’’Tapi, kalau sehabis puasa malah ngamukan, dekat saja bikin sebel, berarti ada yang tidak beres,’’ tegasnya.

Baca juga:  Menjelajahi Keberkahan Ramadan, Menaklukkan Tantangan Puasa dengan Motivasi dan Keteguhan

Kedua, lanjut Faiz, semakin pemurah dan penyayang. Kalau umat Islam sejak kecil puasa, maka idealnya menjadi rahmatan lil alamin. Kenapa? Karena tidak lagi terikat dengan dunia. Orang puasa itu menyapih hawa nafsu dan keduniaan. ’’Kalau hari ini belum muncul di dunia Islam yang pemurah dan penyayang, maka harus banyak dievaluasi puasa kita,’’ katanya.

Sambut Ramadan, Ketahui Ciri Puasa Sukses Kata Doktor Fahruddin Faiz (1)

Evaluasinya ke dalam. Bukan keluar. Hari ini, banyak orang kalau disuruh evaluasi selalu keluar. Selalu melihat orang lain. ‘’Islam itu rusak gara-gara kamu, nggak pernah (evaluasi) gara-gara aku. Jangan-jangan karena aku? Kalau ada bencana, kamu sih. Bukan karena ke aku,’’ ungkapnya.

Baca juga:  Meneladani Rasulullah SAW, Panduan Menjalankan Amalan Sunnah di Bulan Ramadan

’’Kamu sih Islamnya keras, kamu sih munafik. Selalu ke orang lain. Tidak pernah, (misalnya bilang) Astaghfirullah, jangan-jangan karena aku keliru. Jarang kan yang begitu. Orang jarang bertanya kepada dirinya, tetapi lebih menyalahkan orang lain. Itu problem kita hari ini,’’ sambung Faiz.

Ketiga, watak dan karakternya semakin rajin dan disiplin dalam beribadah. Lalu, hidupnya sampai pada batas kesederhanaan. Secukupnya saja. Makan dan minum secukupnya. Pokoknya, apa-apa sampai pada batas yang pas. Tidak pernah berlebihan. Indikator itu berarti menjadi tanda bahwa puasanya sukses. ‘’Terus biasanya yang puasanya sukses, itu jasmaninya sehat. Itu otomatis. Rohaninya juga mantap,’’ ujar pria kelahiran Mojokerto itu.

Baca juga:  Stok Beras di Lamongan Aman Jelang Ramadan

’’Ya nanti kita sama-sama evaluasi. Bukan evaluasi orang lain. Evaluasi diri kita sendiri. Kira-kiri puasa kita sukses apa tidak, puasa membuat kita semakin jatuh cinta pada Allah atau tidak, semakin baik perilaku kita, akhlak kita, kita semakin pemurah apa nggak,’’ pungkasnya. (habis/kb01)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.