SPMB SMPN 1 Ngasem Kediri Dipenuhi Antrean, Verifikator Lakukan Cek Ulang Nilai Siswa Guna Objektivitas Seleksi

oleh -94 Dilihat
9ac9fb59 b6d6 4454 ba83 edfb680b559f
Suasana antrean verifikasi SPMB di SMPN 1 Ngasem, Senin (24/6). (Foto: Muhamad Dastian Yusuf)

KabarBaik.co – Hari pertama verifikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMPN 1 Ngasem, Kabupaten Kediri, Selasa (24/6), diwarnai antrean panjang dan proses administrasi yang ketat. Sejak pagi, halaman sekolah sudah dipadati puluhan calon siswa dan orang tua yang ingin memastikan kelengkapan berkas diterima tanpa kendala.

Pihak sekolah menyebut bahwa verifikasi berjalan sesuai jadwal, namun memerlukan ketelitian ekstra lantaran ditemukan beberapa perbedaan antara nilai rapor dan data yang masuk dalam sistem. Hal ini membuat proses validasi membutuhkan waktu lebih lama untuk setiap pendaftar.

“Kami harus cermat memverifikasi satu per satu. Ada beberapa ketidaksesuaian nilai dari sekolah asal yang perlu dicocokkan kembali secara manual,” terang Khoirul Anwarudin, Waka Humas SMPN 1 Ngasem, Selasa (24/6).

Hingga siang, nomor antrean yang tercatat mencapai 215, namun baru sekitar 115 siswa yang berhasil diregistrasi. Jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi yang dibuka serentak sejak 23 Juni menjadi penyumbang utama padatnya antrean.

Proses verifikasi jalur afirmasi pun tak kalah ketat. Selain membawa surat keterangan resmi, calon peserta juga wajib menyertakan titik koordinat rumah lewat Google Maps sebagai bukti domisili. Verifikasi berbasis lokasi ini menyita waktu tambahan, karena dilakukan manual oleh tim.

“Untuk afirmasi, verifikasi Google Maps-nya juga butuh waktu. Jadi memang butuh kesabaran,” tambah Khoirul.

Tak hanya soal administrasi, jalur prestasi juga memunculkan dinamika. Sejumlah calon siswa mendaftarkan piagam lomba dari tingkat kabupaten hingga provinsi, dengan ragam bidang mulai dari voli, atletik, hingga seni suara. Seluruh piagam yang diklaim harus diverifikasi keabsahannya satu per satu.

“Kami tidak ingin ada piagam palsu atau data yang tidak relevan. Ini menyangkut keadilan seluruh peserta,” tegasnya.

Tahun ini, SMPN 1 Ngasem membuka 10 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 38 siswa per kelas. Kuota jalur afirmasi ditetapkan 15 persen atau sekitar 57 kursi dari total daya tampung 380 siswa.

Meski diwarnai antrean dan dinamika teknis, pihak sekolah menyatakan bahwa proses PPDB akan tetap dijalankan secara transparan dan profesional.

“Ini soal masa depan anak-anak. Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik dan seadil-adilnya. Semoga semua berjalan lancar hingga akhir tahapan,” pungkas Khoirul.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti seluruh tahapan sesuai prosedur. Proses seleksi akan berlangsung dalam dua gelombang, dan hasil akhir akan diumumkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhamad Dastian Yusuf
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.