KabarBaik.co – Rampungnya revitalisasi Alun-alun Sidoarjo disyukuri bersama masyarakat. Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menggelar tasyakuran dengan makan bersama gratis ratusan warga di kawasan Monumen Jayandaru, Selasa (27/1) malam.
Kegiatan tersebut menjadi penanda bahwa Alun-alun Sidoarjo dengan wajah barunya siap kembali menjadi ruang publik kebanggaan masyarakat. Antusiasme warga tampak tinggi. Sejak sore, masyarakat tumplek blek memadati kawasan alun-alun untuk mengikuti tasyakuran sekaligus menikmati suasana baru ruang terbuka hijau di jantung kota.
Dalam tasyakuran itu, Wabup yang akrab disapa Mak Mimik ini memilih makan bersama warga sebagai bentuk rasa syukur sekaligus pendekatan humanis pemerintah daerah kepada masyarakat. Warga tidak hanya menikmati hidangan gratis, tetapi juga berkesempatan berinteraksi langsung dan berfoto bersama pimpinan daerah.
Puluhan gerobak pelaku UMKM turut dilibatkan. Beragam kuliner khas Sidoarjo seperti soto, rawon, bakso, pecel, lontong balap, kupang, hingga tahu tek disajikan gratis kepada masyarakat.
Langkah tersebut menjadi simbol bahwa rampungnya revitalisasi alun-alun bukan hanya menghadirkan ruang publik yang representatif, tetapi juga membuka ruang ekonomi baru bagi pelaku UMKM lokal.

“Syukuran ini sebagai ungkapan terima kasih dan rasa syukur karena revitalisasi alun-alun sudah rampung. Alhamdulillah antusias masyarakat luar biasa,” ujar Mimik Idayana.
Ia menegaskan bahwa seluruh hidangan yang dibagikan kepada masyarakat dibeli menggunakan dana pribadi sebagai bentuk kepedulian terhadap pelaku UMKM Sidoarjo.
Lebih lanjut, Mimik berharap Alun-alun Sidoarjo dengan wajah barunya dapat dijaga dan dimanfaatkan bersama oleh masyarakat sebagai ruang rekreasi gratis, tempat berkumpul keluarga, sekaligus pusat kegiatan sosial dan ekonomi.
“Kita jaga bersama alun-alun ini. Semoga membawa berkah, rezeki masyarakat semakin lancar, dan Sidoarjo ke depan semakin baik,” tuturnya.
Tasyakuran rampungnya revitalisasi Alun-alun Sidoarjo tersebut turut dihadiri jajaran pejabat daerah dan unsur Forkopimda, sebagai bentuk dukungan bersama terhadap pemanfaatan ruang publik yang inklusif dan berkelanjutan. (*)






