Terobosan OPLAH 2025, Jember Menuju Lumbung Pangan Utama Jawa Timur

oleh -221 Dilihat
IMG 20251127 WA0045
Salah satu lahan pertanian di Jember. (Ist)

KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember di bawah kepemimpinan Gus Fawait, mengambil langkah strategis yang signifikan untuk memperkuat sektor pertanian. Melalui Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) 2025, Jember bertekad menghidupkan kembali lahan-lahan kurang produktif dan memperluas cakupan lahan yang dapat ditanami lebih dari satu musim dalam setahun, menjadikan Jember kandidat kuat Lumbung Pangan Utama Jawa Timur.

OPLAH 2025, yang dilaksanakan oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember, menargetkan alokasi lahan seluas 4.410 hektare dan melibatkan 107 kelompok tani.

Hingga akhir November, program ini menunjukkan progres impresif, dimana untuk pembangunan fisik mencapai sekitar 80 persen dan serapan keungan berada di angka sekitar 72 persen.

Capaian ini menempatkan OPLAH sebagai salah satu realisasi tertinggi untuk program pertanian berbasis pemberdayaan di Jember.

Gus Fawait menegaskan bahwa keberhasilan OPLAH adalah bukti bahwa petani Jember mampu menjadi motor pembangunan ketika diberi kepercayaan.

“Jari program ini sepenuhnya dijalankan dengan sistem swakelola tipe IV, dana ditransfer langsung ke rekening kelompok tani. Pengelolaan anggaran dilakukan sepenuhnya oleh petani,” ujarnya Kamis, (27/11).

Gus Fawait menyampaikan, mekanisme ini memberikan keleluasaan kepada petani untuk mengerjakan pembangunan sesuai kebutuhan nyata di lapangan, khususnya di wilayah yang puluhan tahun tidak tersentuh bantuan infrastruktur pertanian.

“Hasilnya, banyak lokasi terpencil kini mendapatkan akses air untuk pertama kalinya, secara langsung meningkatkan peluang mereka untuk menanam padi lebih dari satu kali dalam setahun (peningkatan Indeks Pertanaman/IP),” tegasnya.

Kepala DTPHP, Ir. Mochamad Sigit Boedi Ismoehartono, menjamin bahwa program ini berjalan tanpa pungutan. Seluruh anggaran diterima utuh oleh kelompok tani dan diawasi ketat melalui tim teknis serta tim pengawas agar tetap sesuai pedoman.

“Salah satu komponen kunci OPLAH adalah pembangunan infrastruktur air yang meliputi perbaikan saluran irigasi, normalisasi alur air, hingga pencarian dan pemanfaatan sumber air baru,” jelasnya.

Nantinya, beberapa kelompok tani bahkan berhasil membangun sistem pipanisasi sepanjang hampir enam kilometer secara mandiri.

“Langkah ini krusial bagi wilayah yang sebelumnya hanya mampu menanam padi sekali dalam setahun, membuka peluang peningkatan dari IP 1 menjadi IP 2, bahkan menuju IP 3,” terangnya.

“Di lokasi yang terancam penurunan produktivitas akibat kerusakan irigasi, OPLAH membantu mempertahankan potensi lahan agar tetap dapat ditanami tiga kali dalam satu tahun,” imbuh Sigit.

Selain infrastruktur air, petani juga menerima dukungan berupa biaya olah lahan serta bantuan pupuk urea non-subsidi sebanyak 30 kilogram per hektare, yang seluruhnya telah disalurkan dan dimanfaatkan.

Sigit menegaskan target besar Jember adalah mencapai produksi padi hingga 1 juta ton pada tahun 2026. Saat ini, Jember berada pada angka 602 ribu ton (posisi keempat di Jawa Timur). Melalui OPLAH, Jember berambisi menembus posisi puncak, bersaing ketat dengan Lamongan, Ngawi, dan Bojonegoro.
Antusiasme yang tinggi terlihat dari usulan OPLAH 2026 yang mencapai 11.000 hektare, jauh melebihi kuota awal sekitar 5.000 hektare. Tingginya permintaan ini menunjukkan program tersebut relevan, efektif, dan mampu memberi solusi nyata.

“OPLAH bukan hanya program teknis, tetapi gerakan besar untuk mewujudkan kedaulatan pangan Jember,” ujar Sigit.

Pemerintah daerah berkomitmen menjaga transparansi, memperkuat pengawasan, dan memastikan anggaran benar-benar bermanfaat. Program OPLAH 2025 telah menjadi tonggak penting.

Dengan kolaborasi erat, Jember semakin optimistis mempertahankan perannya sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Jawa Timur, menatap masa depan yang mandiri pangan dan sejahtera petaninya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.