Volume Waduk Gondang Menyusut 5,3 Juta Meter Kubik, Pemkab Lamongan Siapkan Pengerukan

oleh -181 Dilihat
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat meninjau Waduk Gondang.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat meninjau Waduk Gondang. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Lamongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo akan mengeruk sedimentasi di Waduk Gondang mulai Agustus 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan kapasitas tampung waduk yang terus menyusut dan memastikan pasokan air irigasi bagi ribuan hektare lahan pertanian tetap terjaga.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau langsung persiapan pemasangan alat pengeruk (dredging) di Waduk Gondang, Senin (20/7). Ia mengatakan, sedimentasi telah mengurangi kapasitas tampung waduk dari semula 25 juta meter kubik menjadi sekitar 19,7 juta meter kubik atau berkurang sekitar 5,3 juta meter kubik.

Menurut Bupati yang akrab disapa Pak Yes, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kemampuan Waduk Gondang dalam menyuplai air irigasi bagi kawasan pertanian di Lamongan.

“Waduk Gondang memiliki peran penting terhadap irigasi pertanian, yang mana pertanian merupakan salah satu potensi unggulan di Kabupaten Lamongan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama BBWS akan segera memulai pengerukan sedimentasi menggunakan metode dredging,” ujar Pak Yes.

Ia menjelaskan, air dari Waduk Gondang menjadi sumber irigasi bagi sekitar 10.588 hektare sawah yang tersebar di lima kecamatan, yakni Sugio, Sukodadi, Turi, Kembangbahu, dan Lamongan. Karena itu, pemulihan kapasitas waduk dinilai penting untuk menjaga produktivitas pertanian, terutama saat musim tanam.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan Erwin Sulistya Pambudi mengatakan, pengerukan sedimentasi merupakan bagian dari pemeliharaan rutin waduk. Namun, pengerukan kali ini menjadi yang pertama menggunakan metode dredging.

“Ini adalah pertama kalinya pengerukan di Waduk Gondang menggunakan metode dredging. Pemeliharaan akan terus dilakukan sembari melihat keefektifan metode ini, karena untuk mengembalikan volume awal Waduk Gondang tentu membutuhkan beberapa kali pemeliharaan,” katanya.

Metode dredging dipilih karena dinilai lebih efektif untuk mengangkat endapan sedimen tanpa harus mengeringkan waduk. Pemerintah berharap cara tersebut mampu mempercepat pemulihan daya tampung sekaligus menjaga fungsi waduk selama proses pengerjaan berlangsung.

Rencana pengerukan itu disambut positif para petani yang selama ini bergantung pada pasokan air dari Waduk Gondang. Ketua Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Daerah Irigasi Waduk Gondang, Ramijo, mengatakan penambahan volume air akan membantu menjamin kebutuhan irigasi pada musim tanam.

“Dengan adanya pengerukan sedimentasi di Waduk Gondang, volume air akan bertambah sehingga kebutuhan air untuk pertanian akan tercukupi. Jika air di Waduk Gondang tidak cukup, petani harus mengambil air dari Bengawan Jero dan tentu membutuhkan biaya operasional yang tinggi,” ujar Ramijo.

Pemkab Lamongan berharap pengerukan sedimentasi dapat mengoptimalkan kembali fungsi Waduk Gondang sebagai penyangga utama irigasi pertanian sekaligus mendukung keberhasilan musim tanam di wilayah tersebut.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.