Wagub NTB: AI Tak Akan Mampu Gantikan Peran Pemimpin di Birokrasi

oleh -112 Dilihat
Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XIII Tahun 2026, Selasa (2/6).
Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XIII Tahun 2026, Selasa (2/6). (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Mataram – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (Wagub NTB) Indah Dhamayanti Putri menegaskan bahwa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak akan pernah menggantikan peran kepemimpinan manusia dalam birokrasi, meskipun teknologi terus berkembang pesat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XIII Tahun 2026 di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) NTB, Selasa (2/6).

Di hadapan 61 peserta yang berasal dari kementerian, Pemerintah Provinsi NTB, dan pemerintah kabupaten/kota, Dinda mengingatkan bahwa birokrasi saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari disrupsi teknologi, ketegangan geopolitik global, ancaman krisis pangan dan energi, hingga dampak perubahan iklim.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut aparatur pemerintah untuk lebih adaptif dan inovatif dalam merespons kebutuhan masyarakat.

“Birokrasi tidak boleh lagi hanya bekerja secara administratif. Pemimpin harus mampu membaca perubahan, membangun inovasi, dan menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Wagub Dinda mengakui pemanfaatan AI semakin luas dalam tata kelola pemerintahan, termasuk untuk membantu analisis data dan mempercepat pelayanan publik.

Namun, ia menilai teknologi tidak memiliki kemampuan untuk membangun kepercayaan, menyatukan kepentingan, maupun mengambil keputusan strategis di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.

“AI mungkin dapat menggantikan banyak pekerjaan administratif, tetapi tidak akan pernah menggantikan kemampuan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan, membangun kepercayaan, dan menyatukan berbagai kepentingan untuk tujuan yang lebih besar,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Dinda juga mengapresiasi kembali digelarnya PKN Tingkat II di NTB setelah vakum selama delapan tahun. Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan pejabat pemerintah daerah.

Ia mendorong para peserta agar tidak berhenti belajar dan terus berinovasi dalam menghadapi perubahan yang semakin cepat.

“Pengalaman adalah modal yang sangat berharga, tetapi tantangan masa depan membutuhkan pemimpin yang terus belajar, beradaptasi, dan berani melakukan terobosan,” katanya.

Selain itu, Dinda turut mendorong peningkatan keterwakilan perempuan dalam jabatan kepemimpinan birokrasi. Ia berharap peserta perempuan yang mengikuti pelatihan mampu menunjukkan kapasitas terbaik dan menjadi inspirasi bagi lahirnya lebih banyak pemimpin perempuan di masa depan.

Menurutnya, penguatan kapasitas kepemimpinan menjadi faktor penting dalam mendukung agenda pembangunan NTB, terutama pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata berkualitas.

“Yang dibutuhkan hari ini bukan sekadar birokrat yang mampu menjalankan aturan, tetapi pemimpin yang mampu membaca perubahan, membangun kolaborasi, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat,” tandasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.