4 Lurah Perempuan di Surabaya Dimutasi gegara Tak Dapat Izin Suami, Walkot Eri: Keluarga Lebih Penting dari Jabatan

oleh -214 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 19 at 6.41.59 PM
4 Lurah perempuan di Surabaya dimutasi gegara tak dapat izin suami (AI)

KabarBaik.co, Surabaya – Empat lurah perempuan di Surabaya mengundurkan diri dari jabatannya. Keluarga menjadi alasan pengunduran diri tersebut.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan karena mengundurkan diri, maka empat lurah tersebut dimutasi menjadi Kepala Seksi (Kasi). Mereka menjadi bagian dari pengukuhan terhadap 32 ASN yang dimutasi oleh Eri pada Kamis (9/7). Dalam sambutannya, Eri menyampaikan rasa hormatnya atas keputusan keempat pejabat tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih. Ada empat wanita yang mengundurkan diri dari jabatan lurah karena tidak mendapat rida suaminya. Seperti saya sampaikan, keempat orang ini memilih tidak melanjutkan tugas sebagai lurah demi restu keluarga,” ujar Eri.

Menurut Eri, jabatan apapun tidak boleh mengalahkan keharmonisan rumah tangga. Keluarga adalah fondasi utama, sehingga restu pasangan menjadi syarat mutlak bagi pejabat yang bertugas melayani masyarakat.

“Bagi saya, keluarga jauh lebih penting daripada sebuah jabatan. Semoga dengan pindah ke posisi struktural lain yang tidak menjadi garda terdepan, kalian tetap memiliki komitmen dan konsistensi untuk terus berjuang demi kepentingan warga,” pesannya.

Ia juga menegaskan bahwa perpindahan jabatan tersebut bukan penurunan pangkat maupun eselon. Jabatan Lurah dan Kepala Seksi memiliki tingkatan eselon yang setara. Perbedaannya hanya pada beban tugas dan tanggung jawab yang tidak lagi menempatkan mereka sebagai pemimpin tunggal di tingkat kelurahan.

“Sebenarnya tidak turun, eselonnya sama. Lurah dan Kasi itu setara. Hanya saja dulunya orang nomor satu di wilayah, kini menjadi pelaksana di dinas, namun kedudukan dan pangkatnya tetap sama,” jelasnya.

Kebijakan ini sejalan dengan rencana Eri yang sebelumnya telah disampaikan saat melantik 57 pejabat pada 26 Juni lalu. Pemkot Surabaya akan terus melakukan penataan dan mutasi terhadap pejabat yang dinilai tidak mampu menjaga wilayahnya, terutama dalam hal kesiapan bertugas di malam hari.

Khusus bagi pejabat perempuan yang menyatakan diri tidak bisa melanjutkan tugas sebagai lurah, mereka tetap dihargai sebagai pejabat struktural dan diberikan penempatan yang lebih sesuai dengan kondisi serta dukungan keluarganya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.