KabarBaik.co, Pasuruan – Aksi doa bersama warga dan tokoh masyarakat yang berada di jalan Gatot Subroto, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan digelar seiring meningkatnya angka kecelakaan di jalan raya tersebut, Rabu (17/6).
Dimana angka kecelakaan meningkat setelah adanya pengalihan arus kendaraan dari jalur pantura, dengan adanya perbaikan jembatan Buk Wedi yang berada di Keluar Kepel, Kecamatan Bugul, Kota Pasuruan.
Dari data masyarakat selama pengalihan arus sudah ada sembilan kali kecelakaan hingga membawa korban jiwa, dan meminta Pemerintah untuk mengambil langkah untuk menghindari kecelakaan terus terjadi.
“Sudah 9 kali kecelakaan yang membawa korban jiwa, kita meminta pengalihan arus dipindahkan terutama kendaraan barang yang besar,” kata Ayik Suhaya tokoh masyarakat.
Bang Ayik sapaan akrabnya dengan kejadian ini Pemerintah melalui dinas terkait untuk segera peralihan arus melalui jalan tol Gempol-Pasuruan.
“Solusi utama kendaraan barang truk besar lewat tol untuk menghindari jalan Gatot Subroto yang saat ini jalan alternatif,” ujarnya.
Sementara Rudi warga yang juga supir mengatakan bahwa sudah ada 2 korban yang dia lihat meninggal dunia, yang terjadi di jalan Gatot Subroto selama jalur semakin padat dengan adanya truk yang melintas.
“Kemaren itu ada dua yang meninggal dunia, sudah sejak pengalihan jalan itu,” jelas Rudi.
Akibat aksi doa bersama jalan Gatot Subroto sempat mengalami kemacetan panjang, dan mendapatkan pengawalan ketat dari Kepolisian setempat.






