Bansos di Surabaya Kini Lebih Tepat Sasaran dengan Perlinsos Digital

oleh -101 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 04 at 5.29.10 PM

KabarBaik.co, Surabaya – Pemkot Surabaya bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar sosialisasi program Perlindungan Sosial Digital Terintegrasi (Perlinsos Digital) kepada warga. Kegiatan ini dilaksanakan di dua titik lokasi, yakni Joglo Cak Markeso, Jalan Ketandan Lor dan Kantor Kelurahan Ketabang, Kecamatan Genteng.

Dalam kesempatan ini, tim dari Komdigi bersama jajaran Pemkot Surabaya tidak hanya memberikan pemaparan, tetapi juga melakukan uji coba pendaftaran secara langsung. Hadir memberikan pendampingan antara lain Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi dan Budaya Komdigi RI, Wijayakusuma Wardana, serta Pelaksana harian (Plh) Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional (IDLN) Ditjen Dukcapil Kemendagri, Mensuseno.

Turut hadir pula Kepala Diskominfo Kota Surabaya Eddy Christijanto, Kepala Dispendukcapil Irvan Wahyudradjad, dan Kepala Dinsos Antiek Sugiharti.

Wijayakusuma menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari tahap uji coba implementasi bagi warga yang masuk dalam kategori Desil 1 sampai 4. Tujuannya adalah mengintegrasikan data penyaluran bantuan sosial (Bansos) agar lebih tepat sasaran melalui sistem digital.

“Kita mencoba menerapkan digitalisasi, mulai dari melakukan verifikasi wajah dan juga data-datanya, apakah mereka termasuk penerima yang layak atau tidak layak,” ujar Wijayakusuma, Kamis (4/6).

Meski dalam proses uji coba sempat ditemukan beberapa kendala teknis pada sistem aplikasi, Wijayakusuma memastikan solusi sudah ditemukan dan sistem dapat berjalan. Ia berharap uji coba di Surabaya ini bisa menjadi contoh baik untuk diterapkan di daerah lain.

“Mudah-mudahan program digitalisasi Bansos melalui Perlinsos ini, program pemerintah akan lebih tepat sasaran, tepat jumlah, dan juga tepat waktu,” harapnya.

Sementara itu, Mensuseno menyebutkan Surabaya dipilih sebagai salah satu kota pilot project oleh pemerintah pusat. Dalam penerapannya, warga tidak wajib memiliki gawai atau smartphone, karena Pemkot telah menyiapkan sekitar 12.500 agen pendamping yang terdiri dari RT, RW, hingga ASN untuk membantu proses pendaftaran.

“Bagi yang punya HP bisa mendaftar mandiri melalui situs https://perlinsos.kemensos.go.id/ dengan login menggunakan IKD (Identitas Kependudukan Digital). Namun bagi yang belum punya, bisa dibantu oleh agen,” jelasnya.

Kepala Diskominfo Surabaya, Eddy Christijanto, menambahkan bahwa keunggulan sistem ini adalah validasi data yang terintegrasi dengan 16 lembaga dan kementerian. Sistem akan secara otomatis mendeteksi kelayakan calon penerima berdasarkan aset yang dimiliki.

“Kalau datanya menunjukkan punya tanah 2 hektar atau punya mobil, otomatis sistem akan menilai tidak layak. Namun jika data tersebut sudah tidak valid karena aset sudah dijual, warga diberikan hak untuk menyanggah,” terang Eddy.

Dengan sistem ini, diharapkan penentuan penerima bansos menjadi lebih objektif, transparan, dan meminimalisir praktik “tebang pilih” yang sering menjadi keluhan di masyarakat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.