KabarBaik.co, Jombang – Muhadi, 56, warga Dusun Banjaranyar, Desa Tinggar, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, ditemukan meninggal dunia di area persawahan Dusun Semanding, Desa Kalangsemanding, Kecamatan Perak, Jumat (19/6) malam.
Korban sebelumnya berpamitan kepada keluarga untuk mencari rumput. Namun hingga menjelang petang, ia tak kunjung pulang ke rumah sehingga membuat keluarga khawatir.
Kapolsek Perak Iptu M. Supriyo mengatakan, pihaknya menerima laporan adanya penemuan warga meninggal dunia di area persawahan sekitar pukul 19.50 WIB.
“Setelah menerima laporan, anggota Polsek Perak bersama tim dari Polres Jombang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal,” kata Supriyo, Sabtu (20/6).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Muhadi berangkat dari rumah sekitar pukul 15.30 WIB dengan mengendarai sepeda motor untuk mencari rumput. Namun hingga sore hari, ia belum juga kembali.
Kondisi tersebut membuat anak korban bersama sejumlah warga berinisiatif melakukan pencarian sekitar pukul 17.20 WIB. Saat menyisir area persawahan di Dusun Semanding, mereka menemukan sepeda motor milik korban terparkir di tepi jalan sawah.
Merasa ada yang tidak beres, keluarga dan warga kemudian melanjutkan pencarian ke area sekitar. Tak lama kemudian, Muhadi ditemukan dalam posisi telungkup di tengah persawahan, saat ditemukan, korban sudah tidak bernyawa.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Perak. Petugas kepolisian bersama tim terkait langsung melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan petugas medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Menurut Supriyo, korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi.
“Berdasarkan keterangan keluarga dan hasil pemeriksaan awal petugas kesehatan, korban memiliki riwayat hipertensi. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya. Selain itu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun unsur tindak pidana,” ujarnya.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.






