KabarBaik.co – Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Jawa dalam beberapa hari terakhir, terutama sejak Jumat (16/5), menyebabkan tinggi muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro meningkat tajam. Kondisi ini membuat sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut memasuki status siaga merah.
Peningkatan TMA tak hanya dipengaruhi oleh hujan lokal, tetapi juga diperparah oleh limpahan air dari wilayah hulu, baik dari Jawa Timur maupun Jawa Tengah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro yang diperoleh dari Perum Jasa Tirta I Divisi Jasa ASA III, pada Sabtu (17/5) pukul 12.00 WIB, TMA di Pos Karangnongko tercatat mencapai 27,18 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Sementara itu, TMA di wilayah Kota Bojonegoro mencapai 14,20 mdpl -ambang batas siaga merah. “Dari pantauan kami, debit air di wilayah hulu Bengawan Solo masih tinggi, sehingga tren kenaikan di Bojonegoro masih terus berlangsung,” ujar Ali Mustofo, petugas pengukur tinggi muka air Bengawan Solo, Sabtu (17/5).
Situasi ini berdampak langsung pada sejumlah permukiman warga. BPBD Bojonegoro mencatat hingga saat ini terdapat tujuh desa yang mulai tergenang air luapan sungai. “Sampai saat ini kami sudah menerima laporan dari berbagai wilayah, dan total ada tujuh desa yang terdampak genangan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksono.
BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar tetap waspada dan segera mengamankan barang-barang penting. Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan langkah antisipasi lanjutan untuk menghadapi kemungkinan banjir susulan. (*)








