KabarBaik.co, Mojokerto – Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa mendorong para pekerja mandiri dan pelaku usaha mikro untuk terus meningkatkan keterampilan agar mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi yang semakin dinamis.
Hal itu disampaikan Gus Barra saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Peserta Bukan Penerima Upah (BPU) BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Mojokerto 2026 bertema Meningkatkan Kapasitas dan Peluang Usaha Pekerja Mandiri melalui Program Upskilling di Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto.
Menurut Gus Barra, program upskilling menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro dan pekerja mandiri.
“Program ini bukan hanya meningkatkan keterampilan individu, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan,” kata Gus Barra, Jum’at (12/6).
Ia menilai pekerja mandiri memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Selain menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri, mereka juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan pasar digital, pelaku usaha dituntut terus beradaptasi dan meningkatkan kompetensi agar mampu memanfaatkan berbagai peluang usaha.
Melalui pelatihan tersebut, Gus Barra berharap peserta memperoleh pengetahuan baru, memperluas jaringan bisnis, serta mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mojokerto Imam Haryono Safii mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan manfaat lebih luas kepada peserta, khususnya pekerja informal atau peserta BPU.
“Di tengah persaingan usaha yang semakin dinamis, peningkatan kapasitas diri menjadi salah satu kunci penting untuk menciptakan peluang usaha yang lebih besar dan meningkatkan produktivitas,” ujarnya.
Kegiatan tersebut diikuti 60 peserta yang berasal dari kalangan pekerja mandiri dan pelaku usaha mikro di Kabupaten Mojokerto. Selain mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, para peserta juga dibekali keterampilan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing di pasar.






