KabarBaik.co, Malang – Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga almarhumah Diana Maf’ulla di Kota Malang saat Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, datang secara langsung untuk menyampaikan belasungkawa.
Kedatangan Wamenhaj bukan sekadar kunjungan formal. Di tengah duka yang masih menyelimuti keluarga, kehadirannya menjadi bentuk empati sekaligus penghormatan kepada Muhaimin, petugas haji Indonesia yang saat ini masih bertugas di Arab Saudi dan memilih tetap menjalankan amanah pelayanan jemaah meski harus kehilangan istri tercinta.
Almarhumah Diana Maf’ulla meninggal dunia saat sang suami sedang menjalankan tugas sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Kabar duka tersebut tentu menjadi pukulan berat bagi Muhaimin dan keluarga. Namun di tengah situasi tersebut, ia memutuskan untuk tetap menuntaskan tugas pelayanan hingga masa penugasannya berakhir pada 2 Juli 2026.
Dalam kunjungannya, Dahnil bertemu dengan putri almarhumah, Mia, beserta keluarga besar. Ia menyampaikan doa dan dukungan moril agar keluarga diberikan kekuatan menghadapi kehilangan yang mendalam.
“Atas nama keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah serta seluruh petugas haji Indonesia, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhumah Ibu Diana Maf’ulla. Semoga Allah SWT mengampuni segala khilafnya, menerima amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Dahnil, Sabtu (13/6).
Menurutnya, Kementerian Haji dan Umrah sebenarnya telah memberikan kesempatan kepada Muhaimin untuk segera kembali ke Indonesia setelah menerima kabar duka tersebut. Namun, dengan pertimbangan tanggung jawab terhadap tugas yang sedang diemban, Muhaimin memilih tetap berada di Tanah Suci demi memastikan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia berjalan optimal.
“Kami memberikan kesempatan kepada beliau untuk pulang. Namun beliau memilih menyelesaikan tugas pelayanan di Tanah Suci hingga akhir masa penugasan. Ini bukan keputusan yang mudah, tetapi menunjukkan besarnya rasa tanggung jawab terhadap amanah yang sedang dijalankan,” ujarnya.
Dahnil menilai keputusan tersebut mencerminkan dedikasi tinggi seorang petugas haji yang menempatkan kepentingan pelayanan umat di atas kepentingan pribadi. Di balik kelancaran penyelenggaraan ibadah haji, kata dia, terdapat banyak petugas yang bekerja tanpa sorotan dan sering kali harus menghadapi pengorbanan besar.
“Pengabdian petugas haji sering kali tidak terlihat oleh publik. Namun mereka bekerja siang dan malam untuk memastikan jemaah mendapatkan pelayanan terbaik. Apa yang dilakukan Cak Muhaimin menjadi salah satu gambaran nyata tentang besarnya amanah yang mereka emban,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wamenhaj menegaskan bahwa kehadirannya di rumah duka juga merupakan bentuk penghormatan kepada keluarga yang selama ini mendukung pengabdian Muhaimin sebagai petugas haji.
“Kami hadir bukan hanya untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga untuk menyampaikan rasa hormat kepada keluarga yang telah mendukung pengabdian beliau. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan,” tuturnya.
Di akhir kunjungannya, Dahnil mengajak masyarakat untuk turut mendoakan almarhumah Diana Maf’ulla agar mendapatkan rahmat dan ampunan Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan dan ketabahan dalam menghadapi ujian tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik tugas besar melayani tamu Allah di Tanah Suci, terdapat kisah-kisah pengorbanan yang tidak selalu terlihat. Sebuah amanah yang terkadang harus dibayar dengan menahan rindu, bahkan menghadapi duka, demi memastikan pelayanan kepada jemaah tetap berjalan sebagaimana mestinya. (*)






