KabarBaik.co, Sidoarjo – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo menerapkan strategi baru untuk memastikan proyek-proyek infrastruktur tahun 2026 berjalan tepat waktu. Salah satu langkah yang diterapkan adalah pembagian proses lelang dalam beberapa gelombang atau batch guna mengantisipasi keterlambatan pengerjaan yang kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Kepala DPUBMSDA Kabupaten Sidoarjo Mukhammad Makhmud, mengatakan sistem tersebut memungkinkan pengawasan terhadap kontraktor dilakukan lebih ketat dan terukur. Dengan pembagian paket pekerjaan secara bertahap, potensi kendala administrasi maupun teknis dapat segera diantisipasi sejak awal pelaksanaan proyek.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Sidoarjo untuk mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus menjaga kualitas hasil pekerjaan di lapangan. Seluruh tahapan proyek telah disusun dengan jadwal yang lebih terencana agar target penyelesaian dapat tercapai sebelum musim hujan tiba.
“Strategi ini kami terapkan untuk menghindari proyek molor. Dengan lelang yang dibagi dalam beberapa batch, pengawasan lebih fokus dan progres pekerjaan bisa dipantau secara berkala,” ujar Makhmud, Kamis (11/6).
Tahun ini, sejumlah ruas jalan strategis masuk dalam program betonisasi dan peningkatan kualitas jalan. Di antaranya Jalan Bluru Kidul–Lingkar Timur, Jalan Kebonagung–Tambak Kemerakan, Jalan Gedangan–Betro, Jalan Tambak Cemandi–Tambak Oso, Jalan Kedungturi–Wage, hingga akses menuju SMPN 2 Tanggulangin di Kedungbanteng.
Selain itu, perbaikan juga akan dilakukan di kawasan Ngaban, Jalan RPH Kemangsen, Jalan Tambaksumur–Waru, serta ruas Kureksari–Waru yang selama ini menjadi jalur padat aktivitas masyarakat.
DPUBMSDA optimistis seluruh proyek betonisasi dan peningkatan jalan tersebut dapat diselesaikan sesuai target. Koordinasi dengan kepolisian dan dinas perhubungan juga terus dilakukan untuk mengatur rekayasa lalu lintas selama proses konstruksi berlangsung.
“Kami terus mematangkan jadwal pelaksanaan dan melakukan pengawasan berlapis. Targetnya seluruh proyek fisik dapat selesai pada akhir Oktober atau paling lambat awal November 2026 sehingga tidak terganggu oleh meningkatnya intensitas hujan,” pungkasnya.(*)








