EntoSphere, Laboratorium Pintar Digital Cegah Kepunahan Serangga Langka

oleh -98 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 12 at 08.15.54
Konsep "EntoSphere" yang dirancang mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Unej (ANTARA/HO-Humas Unej)

KabarBaik.co, Jember – Tiga mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jember (Unej) merancang inovasi bernama EntoSphere, sebuah konsep laboratorium serangga pintar berbasis digital untuk mencegah kepunahan serangga langka sekaligus menjaga kelestarian alam.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Nadzar Thariqy Achsan, Melsanda Aprilina, dan Fahilah Ayu Safitri. Inovasi ini hadir sebagai solusi edukatif atas kekhawatiran menurunnya populasi serangga, sekaligus menciptakan pembelajaran biologi yang aplikatif dalam menjaga ekosistem.

“Kepedulian kami terhadap kelestarian serangga ini datang dari rendahnya kesadaran masyarakat terhadap peran penting serangga dalam menjaga keseimbangan ekosistem,” kata Nadzar Thariqy Achsan di Jember, Kamis (12/3).

EntoSphere bukan sekadar kandang biasa, melainkan laboratorium interaktif yang mengintegrasikan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dan sensor otomatis (Internet of Things). Konsep ini memanfaatkan sensor suhu dan kamera khusus untuk memantau serangga tanpa mengganggu aktivitas alaminya.

“Teknologi AI yang diusulkan mampu mengenali jenis spesies dan menganalisis pola aktivitas serangga secara otomatis,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa integrasi teknologi tersebut memungkinkan pengumpulan data alam secara sistematis dan real-time, sehingga pemantauan populasi serangga menjadi lebih akurat dan terstandar.

Jika diimplementasikan di sekolah, konsep EntoSphere itu akan mengajak siswa belajar dengan cara yang menyenangkan lewat program Insecta Cops. Di sini, siswa diajak menganalisis hubungan antara lingkungan dan perilaku serangga berdasarkan data lapangan yang nyata.

“Pendekatan itu memperkuat literasi sains, kemampuan analitis, dan integrasi multidisipliner antara biologi, teknologi, serta analisis data, sehingga proses belajar tidak berhenti pada tataran konseptual, melainkan berbasis bukti dan pengalaman langsung,” katanya.

Ia berharap gagasan itu dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan mengapresiasi dukungan kampus yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide kreatif.

“Lingkungan yang suportif sangat berpengaruh terhadap keberanian untuk mencoba dan berkompetisi,” ujarnya.

Ia juga memotivasi mahasiswa lain agar jangan ragu memulai dan jangan takut gagal, karena proses mencoba, belajar, dan konsisten itulah yang akhirnya membawa pada prestasi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.