Hasil Semifinal AVC Girls U-18: China ke Final, Indonesia Terlempar dari Lima Besar

oleh -432 Dilihat
TIMNAS PUTRI U18 INDONESIA
Skuad timnas voli putri Indonesia U-18 di AVC Grils Championship 2026. (AVC)

KabarBaik.co, Thailand – Jepang datang ke semifinal dengan modal meyakinkan. Trio penyerangnya, terutama Rio Nishimura dan Kadiatou Kaba, tampil tajam sejak fase grup. Bahkan menjadi motor kemenangan telak 3-0 atas Indonesia. Namun, saat berhadapan dengan China, ketajaman mereka berhasil diredam.

China tampil lebih solid di semua lini dan memastikan tiket ke final AVC Girls U-18 Championship 2026 seusai menang tiga set langsung 25-19, 25-23, 25-22 di Terminal 21 Korat, Senin (6/7) soe WIB.

Kemenangan tersebut menegaskan konsistensi tim muda China sepanjang turnamen. Setelah melaju mulus dari fase grup dan menyingkirkan Vietnam di perempat final, skuad asuhan Yuan Zhi kembali menunjukkan kualitas permainan kolektif yang menjadi kekuatan utama mereka. Blok rapat, transisi cepat, serta distribusi bola yang rapi membuat Jepang kesulitan mengembangkan permainan terbaiknya.

China tidak bergantung pada satu pemain. Serangan mereka datang bergelombang melalui Ren Sichen, Zhang Yijia, dan Chen Ruihan, sementara setter sekaligus kapten Xuan Yachen mampu mengatur tempo permainan dengan baik. Di lini tengah, kehadiran Chen Xiaohui dan Si Jingyu membuat pertahanan China semakin kokoh. sedangkan libero Li Mingjing tampil disiplin mengawal area belakang.

Sebaliknya, Jepang masih mengandalkan duet Nishimura dan Kadiatou Kaba, dua pemain yang sejak babak penyisihan menjadi sumber utama angka tim Samurai Muda. Nishimura dikenal efektif lewat variasi serangan dari sisi kiri, sedangkan Kaba menghadirkan kekuatan pukulan dan jangkauan serang yang merepotkan lawan.

Meski demikian, pertahanan China berhasil membatasi ruang gerak kedua pemain tersebut pada laga semifinal. Set pertama dikuasai China dengan skor 25-19. Jepang sempat memberikan perlawanan lebih sengit pada set kedua dan ketiga, tetapi ketenangan para pemain China dalam poin-poin krusial membuat mereka mampu menutup pertandingan tanpa kehilangan satu set pun.

Hasil ini mengantarkan China kembali ke partai puncak AVC Girls U-18 Championship 2026. Mereka tinggal menunggu pemenang semifinal lainnya yang mempertemukan tuan rumah Thailand melawan Korea Selatan untuk memperebutkan gelar juara.

Indonesia Tumbang atas Kazakhstan, Kritik Pelatih Makin Mengemuka

Sementara itu, langkah Timnas Indonesia di AVC Girls U-18 Championship 2026 juga belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Setelah tersingkir dari perebutan tiket semifinal akibat kalah 0-3 dari tuan rumah Thailand, skuad Merah Putih kembali harus menelan pil pahit pada laga klasifikasi perebutan peringkat 5-8.

Menghadapi Kazakhstan, Indonesia sebenarnya sempat membuka harapan dengan merebut set pertama 25-17. Namun, Kazakhstan mampu membalikkan keadaan dengan memenangi dua set berikutnya 25-23 dan 25-17.

Indonesia memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan setelah menang 25-21 pada set keempat, tetapi akhirnya Tina Syifa dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan lawan usai kalah 13-15 pada set kelima. Pertandingan berakhir dengan skor 2-3 (25-17, 23-25, 17-25, 25-21, 13-15).

Kekalahan tersebut membuat Indonesia dipastikan gagal finis di lima besar dan harus kembali berjuang menentukan posisi akhir di klasemen turnamen.

Hasil tersebut juga memicu kembali perbincangan di media sosial mengenai performa tim nasional, terutama menyangkut kepemimpinan pelatih kepala Angga Bagus Mubarok.

Sejak awal penunjukannya, Angga memang telah menjadi sorotan sebagian pencinta bola voli nasional yang mempertanyakan pengalaman dan kompetensinya menangani tim nasional kelompok usia. ”Siapa sebetulanya dia (Angga Bagus Mubar? Ini PBVSI serius nggak sih melakukan pembinaan usia muda?” tulis netizen di laman media sosial.

Seusai kekalahan dari Kazakhstan, kritik kembali bermunculan di berbagai platform media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan strategi permainan, rotasi pemain, hingga keputusan-keputusan teknis selama pertandingan.

Bahkan, ada pula komentar bernada sindiran yang menyebut Angga tak ubahnya sebagai “guru penjas”, sebuah ungkapan yang ramai beredar di kolom komentar dan forum diskusi penggemar voli.

Meski demikian, kritik tersebut merupakan respons publik di media sosia sebagai satu bukti kecintaan terhadap Merah Putih. Namun, tentu tidak dapat dijadikan tolok ukur objektif atas kapasitas seorang pelatih.

Yang jelas, evaluasi terhadap kinerja tim pelatih pada akhirnya menjadi kewenangan Pengurus Pusat PBVSI berdasarkan target yang ditetapkan, proses pembinaan, serta hasil keseluruhan tim sepanjang kejuaraan. Tentu ironis, di saat negara-negara lain terus serius.

Bagi Indonesia, hasil di Thailand menjadi bahan evaluasi penting menjelang agenda internasional berikutnya. Di tengah munculnya sejumlah talenta muda yang menjanjikan, pekerjaan rumah terbesar bukan hanya meningkatkan kualitas individu pemain, tetapi juga membangun sistem permainan yang lebih matang agar mampu bersaing secara konsisten dengan kekuatan-kekuatan utama Asia seperti China, Jepang, Thailand, Vietnam, dan Korea Selatan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.