KabarBaik.co, Bojonegoro – Kecamatan Gayam yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan industri strategis di Bojonegoro berpotensi kembali menjadi tujuan investasi baru. Pemkab Bojonegoro mengungkapkan adanya rencana masuknya perusahaan yang bergerak di sektor pengolahan gas ke wilayah tersebut.
Sinyal masuknya investor baru itu disampaikan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono saat menghadiri agenda Medhayoh di Kecamatan Gayam beberapa waktu lalu. Menurutnya, selain sejumlah perusahaan yang telah beroperasi, dalam waktu dekat akan ada perusahaan pengolahan gas yang berinvestasi di wilayah tersebut.
“Sebentar lagi ada beberapa perusahaan pengolahan gas. Saat ini masih dalam proses perizinan karena berkaitan dengan kawasan lahan sawah dilindungi (LSD),” ujar Wahono.
Meski demikian, Wahono menjelaskan bahwa lokasi yang direncanakan masih berada dalam kawasan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B), sehingga pemanfaatannya masih dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bojonegoro Palupi Hadi Ratih Dewanti mengatakan bahwa seluruh proses perizinan investasi tersebut menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Untuk PGN, seluruh proses perizinan berusaha berada di pemerintah pusat,” katanya, Kamis (25/6).
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Bojonegoro, Laela Nor Aeny, membenarkan bahwa rencana pembangunan fasilitas pengolahan gas di Kecamatan Gayam masih dalam tahap proses dan belum memasuki fase operasional.
Menurut Aeny, berdasarkan informasi yang diterima pemerintah daerah, perusahaan yang digadang-gadang akan mengelola pengolahan gas di Gayam adalah PT Humpuss Maritim Internasional.
“Informasi yang kami dapat, rencana yang akan masuk adalah PT Humpuss,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Namun demikian, pemerintah daerah masih belum dapat memastikan jadwal maupun tahapan pembangunan proyek tersebut karena seluruh proses masih berjalan.
Di sisi lain, Camat Gayam Erna Zulaikah mengaku hingga kini pihak kecamatan belum menerima surat maupun pemberitahuan resmi terkait rencana pembangunan fasilitas tersebut. Meski begitu, berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, lokasi yang disebut-sebut menjadi calon area pembangunan berada di Desa Sudu.
“Kami belum menerima keterangan maupun surat resmi. Namun, dari informasi yang beredar, lokasinya di Desa Sudu. Kabarnya juga sudah ada kegiatan pengukuran dari Jakarta. Jadi, kami masih menunggu kepastian lebih lanjut,” ungkapnya.
Hingga saat ini, Pemkab Bojonegoro masih menunggu kejelasan terkait proses perizinan dan realisasi investasi tersebut. Jika terealisasi, kehadiran perusahaan pengolahan gas di Gayam diyakini dapat semakin memperkuat posisi wilayah tersebut sebagai salah satu pusat industri energi di Bojonegoro. (*)






