KabarBaik.co, Mojokerto – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menggelar Kirab Mojobangkit 2026 dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-108 Kota Mojokerto di Alun-alun Wiraraja, Sabtu (27/6).
Tahun ini, Kirab Mojobangkit mengusung tema Banjaran Mojopahit yang memvisualisasikan tiga era penting Kerajaan Majapahit, yakni masa Raden Wijaya, Tribhuwana Tunggadewi, dan puncak kejayaan pada masa Hayam Wuruk.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, Kirab Mojobangkit merupakan agenda budaya tahunan yang menjadi bagian dari peringatan hari jadi Kota Mojokerto sekaligus upaya melestarikan sejarah dan budaya Majapahit.
“Kirab ini diselenggarakan dalam semangat mewujudkan visi Kota Mojokerto sebagai kota yang maju, berdaya saing, berkarakter, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujar perempuan yang akrab disapa Ning Ita.
Menurut Ning Ita, penyelenggaraan Kirab Mojobangkit juga menjadi implementasi misi kedua Panca Cita Kota Mojokerto, yakni memperkuat ketahanan sosial dan budaya melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan, kegiatan yang rutin digelar sejak 2019 tersebut mengusung tagline The Spirit of Majapahit sebagai pengingat agar masyarakat tidak melupakan sejarah.
“Seperti pesan Bung Karno, Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menjadikan sejarah sebagai fondasi untuk melangkah ke masa depan,” katanya.
Ning Ita berharap Kirab Mojobangkit tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga berkembang menjadi ikon tahunan Kota Mojokerto yang mampu menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
“Saya berharap Kirab Budaya Mojobangkit menjadi ikon tahunan Kota Mojokerto yang melibatkan seluruh elemen masyarakat secara langsung,” tutupnya.






