KabarBaik.co – Pecel Kawi Hj. Musilah menjadi salah satu destinasi kuliner ikonik yang wajib dikunjungi wisatawan saat berada di Kota Malang. Warung pecel legendaris yang berdiri sejak tahun 1975 ini tetap eksis di tengah ketatnya persaingan bisnis kuliner dan terus mempertahankan citra positif di mata pelanggan.
Warung ini dikenal luas karena cita rasa makanannya yang khas, tempat yang nyaman, serta kebersihan yang terjaga. Salah satu pengunjung, Dadang Lesmana (22), mengaku puas dengan sajian yang disediakan. “Rasa sajian makanannya enak, juara. Tempatnya juga nyaman, kebersihan dijaga,” ujarnya, Minggu (25/1).
Sebagai menu utama, Pecel Kawi menyajikan nasi pecel dengan berbagai pilihan lauk pelengkap seperti tahu bali, sate komo, paru, sate gulung, dan lainnya. Selain itu, tersedia pula menu tradisional lain seperti rawon, soto, dan lodeh.
Salah satu karyawan Pecel Kawi, Ibu Lilik Pujiati atau yang akrab disapa Bu Lik, menceritakan bahwa usaha ini berawal dari jualan keliling yang dipikul oleh Hj. Musilah bersama suaminya di kawasan sekitar Jalan Kawi. “Dulu, ibu Musilah berjualan dengan cara dipikul, lalu beralih ke warung bambu. Seiring waktu, berkembang hingga menjadi seperti sekarang,” jelasnya.
Awalnya, warung berdiri dari anyaman bambu (gedek) di Jalan Kawi Atas No. 43B. Seiring berkembangnya usaha dan meningkatnya jumlah pelanggan, bangunan tersebut direnovasi hingga kini menjadi bangunan permanen lima lantai. Dua lantai di antaranya difungsikan sebagai area warung karena tingginya jumlah pengunjung.
Nama Pecel Kawi Hj. Musilah kini dikenal luas, tidak hanya oleh warga Malang, tetapi juga wisatawan lintas daerah. Bahkan, sejumlah tokoh publik, kepala daerah, hingga selebriti tercatat pernah berkunjung. Dokumentasi kunjungan tersebut dipajang di dinding warung sebagai bagian dari sejarah perjalanan usaha.
Selain mempertahankan cita rasa dan pelayanan, Pecel Kawi juga berinovasi dengan memasarkan produk bumbu pecel secara online. Produk tersebut tersedia dalam berbagai varian rasa dan tingkat kepedasan, mulai dari pedas, manis, hingga sedang, dan telah dikirim ke berbagai daerah seperti Jakarta, Kalimantan, serta wilayah lainnya.
Langkah ini menjadi bentuk adaptasi Pecel Kawi Hj. Musilah dalam menghadapi perubahan zaman, sekaligus menjaga eksistensinya sebagai salah satu ikon kuliner tradisional Kota Malang. (*)







