KabarBaik.co, Malang – Komitmen DPRD Kabupaten Malang dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat terus diwujudkan melalui program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat ke daerah, Pokir menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan pembangunan tetap berjalan, khususnya di wilayah pedesaan.
Anggota DPRD Kabupaten Malang Sodikul Amin menegaskan bahwa pokir hadir sebagai solusi untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang disampaikan melalui kegiatan reses. Program ini menjadi pelengkap pembangunan daerah sehingga berbagai kebutuhan prioritas masyarakat tetap dapat direalisasikan meski pemerintah sedang melakukan penyesuaian anggaran.
Menurutnya, efisiensi anggaran menyebabkan ruang fiskal pemerintah daerah menjadi lebih terbatas, terutama dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur di tingkat desa. Karena itu, keberadaan Pokir DPRD memiliki peran strategis dalam mendukung pemerataan pembangunan.
“Pokir DPRD menjadi sangat penting karena mampu membantu pelaksanaan pembangunan yang memang dibutuhkan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan saat reses kami perjuangkan agar dapat direalisasikan melalui program pemerintah daerah,” ujar Sodikul Amin, Sabtu (27/6).
Salah satu bentuk nyata realisasi Pokir tersebut mulai terlihat di Desa Pujon Lor, Kecamatan Pujon. Sebanyak dua titik ruas jalan telah memasuki tahap persiapan pelaksanaan setelah dilakukan peninjauan lapangan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang. Kegiatan tersebut merupakan program pemeliharaan jalan dengan konstruksi hotmix yang diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan.
Sodikul Amin menjelaskan seluruh usulan yang kini direalisasikan merupakan hasil serapan aspirasi masyarakat pada kegiatan reses tahun 2024. Selanjutnya, usulan tersebut dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dan direalisasikan pada tahun anggaran 2026.
Ia menilai, program Pokir memiliki keunggulan karena disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat sehingga pembangunan yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi warga.
Di sisi lain, Politisi Partai Nasdem ini juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan. Sodikul Amin meminta Dinas PU Bina Marga bersama pelaksana proyek tetap berpedoman pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan, meskipun saat ini terjadi kenaikan harga aspal akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
“Kualitas pembangunan harus tetap menjadi prioritas. Jangan sampai kenaikan harga material mengurangi mutu pekerjaan. Infrastruktur yang dibangun harus mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain pemerintah, ia juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga dan merawat hasil pembangunan agar usia layanan infrastruktur menjadi lebih panjang serta manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.
Ke depan, Sodikul Amin berharap pelaksanaan Pokir dari perangkat daerah lainnya, seperti Dinas PU Cipta Karya dan Dinas Pendidikan, dapat segera terealisasi pada Juli 2026. Dengan demikian, semakin banyak aspirasi masyarakat yang dapat diwujudkan melalui sinergi antara DPRD Kabupaten Malang dan Pemerintah Kabupaten Malang.
Melalui program Pokok-Pokok Pikiran DPRD, komitmen menghadirkan pembangunan yang merata, berkualitas, dan sesuai kebutuhan masyarakat terus diperkuat. Pokir menjadi bukti nyata bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui wakil rakyat dapat diwujudkan menjadi program pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang. (Adv)






