Polisi Tangkap Anak yang Bunuh Ayahnya Sendiri di Sumbawa

oleh -306 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 29 at 10.22.24 AM
GN, anak yang membacok ayah kandungnya sendiri hingga tewas.

KabarBaik.co, Sumbawa– Polisi menangkap GS, 20, anak yang tega membunuh ayah kandungnya sendiri. GS kini telah berada di Polres Sumbawa untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari peristiwa tragis yang terjadi di Desa Jorok, Kecamatan Utan, Sumbawa, Selasa (28/4) malam sekitar pukul 19.00 Wita. Dalam kejadian tersebut, korban Syahrul, 46, seorang petani asal Dusun Jorok Luar, tewas setelah mengalami luka tusuk di bagian dada.

Selain itu, Mahdi, 40, yang merupakan paman pelaku, turut menjadi korban setelah berusaha melerai. Ia mengalami luka berat akibat sabetan senjata tajam di bagian lengan dan paha.

Kapolsek Utan AKP Awaluddin mengatakan peristiwa bermula dari cekcok antara korban dan pelaku yang dipicu teguran agar pelaku segera bekerja. Ketegangan sempat terjadi sehari sebelumnya dan berlanjut hingga puncaknya pada malam kejadian.

“Saat emosi memuncak, pelaku mengambil pisau dapur dan langsung menyerang korban,” ujarnya.

Usai kejadian, situasi sempat memanas. Keluarga korban yang emosi nyaris menghakimi pelaku hingga terjadi aksi pengeroyokan. Polisi yang tiba di lokasi langsung mengamankan pelaku untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Utan sebelum akhirnya, pada tengah malam tadi, dipindahkan ke Polres Sumbawa. Hingga kini, kasus tersebut masih didalami pihak kepolisian untuk mengetahui motif pelaku tega menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.