Tahun 2024, 150 Ribu Ton Beras Impor Masuk Banyuwangi via Pelabuhan Tanjungwangi

Reporter: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra
oleh -212 Dilihat
Ilustrasi bongkar beras impor di Pelabuhan Tanjungwangi.

KabarBaik.co – Pelabuhan Tanjungwangi di Banyuwangi bakal menjadi transit 150 ribu ton beras impor sepanjang tahun 2024 ini. Selain untuk memenuhi kebutuhan lokal, beras impor ini juga digunakan untuk menyuplai daerah yang defisit beras.

Pengiriman beras dari berbagai negara ini dilakukan secara bertahap terhitung sejak Januari hingga Desember mendatang.

Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi Dwiana Puspita menjelaskan, jumlah 150 ribu ton itu berasal dari persetujuan impor yang dikeluarkan Menteri Perdagangan untuk masuk ke Pelabuhan Tanjungwangi.

Baca juga:  Lansia di Banyuwangi Ditemukan Tewas di Dalam Sumur

“Itu total untuk 2024. Dan kedatangannya nanti akan bertahap,” kata Dwiana.

Jumlah beras impor yang telah masuk ke Banyuwangi via Pelabuhan Tanjungwangi pada 2024 telah mencapai 61,5 ribu ton. Saat ini, proses bongkar beras impor juga tengah berlangsung.

“Untuk akhir Mei hingga Juni ini, ada empat kapal. Masing-masing 6 ribu ton, setelah itu 15 ribu ton, dan nanti setelahnya 7 ribu ton,” sambung dia.

Beras impor yang masuk ke Banyuwangi berasal dari beberapa negara. Mulai dari Vietnam, Thailand, hingga Pakistan. Kedatangan beras dari Pakistan ke Banyuwangi merupakan hal baru. Sebelumnya, kebanyakan beras impor yang dikirim ke Pelabuhan Tanjungwangi hanya berasal dari Thailand dan Vietnam.

Baca juga:  Yuk Buruan! Tiket Kereta Api Angkutan Lebaran 2024 Sudah Bisa Dipesan Sekarang

“Untuk banyuwangi, mungkin beras impor dari Pakistan ini yang pertama. Tapi untuk pelabuhan lain, sudah sering datang beras impor dari negara tersebut,” ujarnya.

Meski demikian, Dwiana menjelaskan, jumlah beras impor yang akan masuk mungkin saja berbeda dengan jumlah yang ditentukan berdasarkan persetujuan Kemendag. Hal tersebut akan ditentukan oleh kondisi riil di lapangan.

Baca juga:  Pastikan Kelancaran, Kapolresta Banyuwangi Turun Langsung Pantau Pengaturan Lalu Lintas

“Beras-beras impor yang datang ke Banyuwangi sebagian diperuntukkan untuk menyuplai daerah defisit,” sambungnya.

Daerah defisit yang dimaksud antara lain Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat.

Proses pengiriman beras ke daerah defisit juga terus berlangsung. Saat ini, proses pengiriman beras impor diberlalukan untuk stok yang ada di gudang Bulog Banyuwangi.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.