Tren Penurunan Harga Bahan Pokok di Lamongan

oleh -50 Dilihat
IMG 3954
Petugas DKPP Lamongan saat monitoring di pasar tradisional. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mencatat sejumlah bahan pokok mengalami tren penurunan harga di pasar tradisional. Hal ini berdasarkan pemantauan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan.

Pada kegiatan monitoring pada Senin (8/7), tampak sejumlah komoditi mengalami penurunan harga. Antara lain cabai merah besar dari kisaran harga Rp 27 ribu menjadi Rp 25 ribu, cabai rawit dari 30 ribu menjadi Rp 28 ribu, bawang merah dari Rp 25 ribu menjadi Rp 23 ribu.

Tidak hanya itu, harga sayur mayur juga berangsur-angsur turun. Seperti kubis dari kisaran Rp 12 ribu menjadi Rp 8 ribu – Rp 9 ribu, kentang dari Rp 24 ribu menjadi Rp 22 ribu – Rp 23 ribu, tomat turun harga seribu menjadi Rp 5 ribu, wortel dari Rp 17 ribu menjadi Rp 15 ribu, begitu juga dengan yang lain.

“Sejumlah komoditas yang cenderung mengalami penurunan harga seperti cabai, bawang, dan sayuran. Tidak ada harga komoditas yang naik secara signifikan. Namun komoditas daging harus diwaspadai karena bobot konsumsinya tinggi,” ujar Kepala DKPP Moch. Wahyudi, Rabu (10/7).

Harga bawang putih stabil di harga Rp 35 ribu, termasuk kelapa di harga Rp 10 ribu, beras medium bulog Rp 11 ribu. Harga beras premium berkisar antara Rp 13.000 – Rp 16.000, beras medium berkisar antara Rp 12.000 – Rp 13.000, gula pasir berkisar antara Rp 16.500 – Rp 17.000, minyak goreng Rp 16.000 – Rp 17.000 per liter.

Selain itu, harga daging sapi murni berkisar antara Rp 110 ribu sampai Rp 115 ribu, daging ayam boiler berkisar Rp 36 ribu sampai Rp 38 ribu, telur ayam ras berkisar Rp 26 ribu sampai Rp 27 ribu, serta harga ikan segar juga stabil.

Monitoring tersebut dilakukan secara periodik setiap bulan di Pasar Sidoharjo, Pasar Desa Sukodadi, Pasar Desa Lembung, Pasar Desa Sekaran, Pasar Blimbing, Pasar Desa Sumberdadi, Pasar Desa Sendangrejo Ngimbang, Pasar Babat, dan Pasar Agrobis Semando.

Wahyudi menambahkan, tim ketahanan pangan dari DKPP Lamongan juga melakukan monitoring keamanan pangan. Dengan diujinya bahan pangan di pasaran diharapkan pangan yang beredar layak dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.

“Stok komoditas pangan di pasar masih aman. Selain melakukan monitoring harga dan pasokan, petugas dari DKPP juga melakukan monitoring kondisi keamanan pangan pada beberapa komoditas pangan. Seperti ijin edar pada beras kemasan yang dijual di pasar serta akan melakukan uji sampel pada sayur dan buah untuk di uji pestisida maupun formalin,” ucapnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.