KabarBaik.co – Dinas Kesehatan Kota Kediri bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan tim gabungan lainya menggelar inspeksi mendadak (sidak) takjil di sepanjang ruas Jalan Agung Suprapto pada Jumat (7/3).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Fajri Mubasysyir mengatakan, sebanyak 30 sampel makanan telah diuji dengan menggunakan metode rapid test.
Makanan tersebut antara lain ialah kerupuk berwarna, bahan jajanan otak-otak, cireng, dan aneka jajanan takjil lainnya.
Hasilnya dari 30 sampel tersebut tidak diketemukan kandungan berbahaya atau negatif dari 4 pemeriksaan yaitu Borax, Formalin, Rhodamin B atau pewarna tekstil merah dan Metanil Yellow atau pewarna tekstil kuning.
“Kita akan tetap melakukan pengawasan dan edukasi nanti dengan bekerja sama dengan BPOM juga untuk tetap melakukan edukasi ke masyarakat,” katanya.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dengan selalu melihat bahan makanan yang dibeli.
Akan tetapi ia belum bisa memastikan apakah akan ada sidak lagi ke sejumlah pasar tradisional dan mengaku akan berkoordinasi terlebih dahulu.
“Ya harus lihat kemasannya, ijin edarnya, kemasannya, kadaluarsanya itu juga harus tetap dilihat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pengawas Obat Makanan (BPOM) Kediri Gidion menambahkan, seandainya diketemukan bahan-bahan berbahaya tersebut maka akan menimbulkan gangguan kesehatan.
“Bahaya jangka panjangnya, itu bahan yang tidak boleh ada didalam tubuh biasanha gangguan kesehatan,” pungkasnya. (*)






