Warung Angling Dharma, Wisata Kuliner Rp 5 Ribu Bernuansa Alam di Tengah Kebun Apel Kota Batu

oleh -269 Dilihat
IMG 20251123 WA0009
Suasana Warung Angling Dharma dengan pemandangan alam pegunungan. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Warung Angling Dharma di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menjadi destinasi kuliner baru yang menawarkan sensasi makan di tengah kebun apel lengkap dengan panorama alam pegunungan. Konsep warung sederhana namun menyatu dengan alam ini langsung menarik perhatian wisatawan sejak pertama kali beroperasi.

Warung yang berada satu jalur menuju Pura Giri Arjuno tersebut hanya buka pada Jumat hingga Minggu pukul 10.00-17.00 WIB. “Karena hari lain kami ada kegiatan lain atau kerja. Jadi warung ini lebih ke tempat kami melepas penat dan berbagi kebahagiaan dengan pengunjung,” ujar salah satu pengelola Warung Angling Dharma, Denok Agnes.

Bangunan warung bergaya rumah Jawa tempo dulu, berbentuk gubuk dari bambu dan kayu beratapkan genting, tampak mencolok di tengah hamparan kebun apel. Sejak dibuka, area makan di teras bambu kerap dipenuhi pengunjung yang ingin menikmati makanan sambil memandang hijaunya ladang dan bukit di Kota Batu.

Menu yang menjadi favorit ialah soto, hanya Rp 5 ribu per mangkuk. “Menu andalan kita adalah soto dengan harga Rp 5 ribu satu mangkok. Saya menyebutnya makan soto with the view, karena sambil menikmati keindahan alam Kota Batu,” kata Denok, Minggu (23/11).

Suasana hangat terasa saat obrolan dan tawa pengunjung berpadu dengan hembusan angin pegunungan, membuat pengalaman bersantap semakin menyenangkan.

Selain soto, warung ini menyajikan sego endog (nasi telur) dan sego tempe dengan harga sama, yaitu Rp 5 ribu per porsi. Menu Mie Buto menjadi sajian termahal dengan harga Rp 10 ribu. Aneka gorengan dijual Rp 1.000 per potong dan minuman tradisional mulai dari Rp 4 ribu.

“Kami ingin semua orang bisa makan enak tanpa mikir mahal. Karena konsep kami memang sederhana, tapi dari hati,” tambah Denok.

Warung Angling Dharma berdiri dari inisiatif empat sahabat yang memanfaatkan lahan apel tidak produktif milik salah satu di antaranya. Nama Angling Dharma dipilih sebagai simbol kesederhanaan, ketenangan, dan kedekatan dengan alam.

“Nama Angling Dharma kami pilih karena bangunannya menyerupai rumah Jawa. Kami ingin kesannya tenang, teduh, dan menyatu dengan alam, sesuai filosofi tokoh Angling Dharma itu sendiri,” tegas Denok.

Dengan harga terjangkau dan nuansa alam yang menyejukkan, Warung Angling Dharma kini menjadi destinasi yang tidak hanya menawarkan kuliner, tetapi juga rasa nostalgia dan kehangatan suasana pedesaan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.